Probolinggo,wartakum.com - Koperasi Pegawai Rebuplik Indonesia (KPRI) Rukun. Kecamatan Maron Kabupatem Probolinggo, menggelar rapat luar biasa 2 KPRI, pada Selasa (18/12/2018) di Aula SDN maron wetan 1.
Rapat dihadiri perwakilan dari Dinas Pendidikan kabupaten Probolinggo Edi Karyawan serta Agus dari Dinas Koperasi, dan pengurus KPRI, beserta anggota. Meski yang hadir kurang dari 2/3 rapat terus berlangsung.
Ada dugaan rapat tersebut membahas masalah kasus KPRI yang belum terungkap, yaitu terkait raibnya uang anggota yang jumlahnya milyaran rupiah. Sehingga tidak boleh diliput awak media. Seperti yang dilakukan Samat Ketua PC KPRI dengan mengusir beberapa awak media yang melakukan peliputan.
Seorang guru SDN Maron Wetan1 yang biasa dipanggil Ila saat diwawancarai awak media menuturkan, bahwa dirinya minta uang simpanannya sendiri dan atas nama anggotanya. "Saya atas nama anggota saya, minta uang simpanan saya sendiri di KPRI, jawabannya gak ada. Terus kemana uang saya dan uang anggota yang lain, kok malah saya dibebani hutang? kapan saya punya hutang, ngambil saja gak pernah. Malah jawaban KPRI kredit macet, kan lucu", jelasnya.
Sementara Irawan selaku anggota KPRI menuturkan, kalau di dalam rapat anggota luar biasa terjadi midiasi. "Kalau mediasi tidak berhasil dan putusan tetap tidak selesai. Maka di RAB luar biasa 2 ini saya minta kembalikan uang anggota sebesar 2 M, seandainya tidak di kembalikan biar kuasa hukum saya yang akan melaporkan ke polisi, karena mereka bermain dengan data-data yang tidak benar dan palsu. Saya sudah cukup bersabar, dan anggota yang lain sudah males dengan rapat-rapat terus, yang hasilnya juga tidak jelas", ujarnya dengan nada jengkel.
Sedang Agus dari Dinas koperasi menuturkan, kalau KPRI kecamatan Maron bukan morat-marit atau tidak jelas. Malah meminta anggota menunggu di rapat anggota luar biasa 3 KPRI di bulan januari 2019.
Hal tersebut mendapat tanggapan dari salah satu anggota yang tidak mau menyebutkan namanya, bahwa dirinya malas dengan kata-kata rapat. "Saya sudah males dengan kata-kata rapat. Biar Agus itu, di rapat anggota luara biasa 3 rapat sendirian", tandasnya.
Sementara di sisi lain, tim media langsung melakukan kordinasi dengan kasi intel kejaksaan, terkait kasus KPRI Rukun kecamatan Maron. Dan hal ini mendapat tanggapan positif, bahkan dalam waktu dekat pihak kejaksaan Negeri kabupaten probolinggo, akan turun melakukan kroscek kebenarannya. (Mul)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Nasional
-
Pose terduga pelaku pidana penipuan bersama teman-temannya berseragam PNS SURABAYA, wartakum.com -Tugianto and partners, kantor pengaca...
-
Belitung, wartakum.com - Peran dan fungsi Pemerintah, salah satunya adalah menjamin kesehatan dan masa depan masyarakat. Namun, sepert...
-
Surabaya, wartakum.com - Diduga sudah melanggar aturan perda salah satu cafe dan karaoke diwilayah surabaya, menyediakan penari striptis. ...
-
Probolinggo, Wartakum.com - Polemik seputar pungutan PTSL Pendaftaran tanah sistematik lengkap (PTSL) atau yang biasa disebut Prona (Progr...
-
Pangkalpinang, wartakum.com - Geliat pesta demokrasi dalam tajuk Pilkada Serentak 2018, makin seru untuk diikuti. Seperti di Kota Pangka...
-
Sampang, wartakum.com - Ada pepatah guru kencing berdiri, murid akan kencing berlari. Pribahasa ini harusnya jadi acuhan oleh para guru y...
-
Probolinggo, Wartakum.com - Gelaran operasi Zebra adalah program yang berkesinambungan Kepolisian RI sebagai bagian dari upaya menertibkan...
-
Gadjah Putih Mega Paksi Pusaka berbunyi Elmu Luhung Teu Adigung, Sakti Diri Teu Kumaki, Yakin Usik Kersaning Illahi, Wartakum.com,...
-
SURABAYA - wartakum.com , Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tanjung Perak, Siska Crhristiana dan jaksa Irene Ulfa, menuntut dua terdakwa ka...
-
Pamekasan, Wartakum.com - Mobil Toyota Fortuner baru bernopol M 45 NICO berwarna Putih, bebas berkeliaran di jalanan wilayah Kabupaten Pa...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar