Kamis, 27 September 2018

Kabid TK/SD Dispendik Kabupaten Probolinggo, Prihatin Dengar Siswa SDN Bisa Meracik Miras

Probolinggo, Wartakum.com - Keprihatinan menyeruak dari pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo mendengar adanya sejumlah siswa di beberapa lembaga pendidikan setingkat Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Besuk berprilaku negatif dengan mengkonsumsi minuman keras (miras) oplosan.

Perlu diketahui dari 23 Sekolah Dasar Negeri Di kecamatan ini, ada 3 Sekolah Dasar Negeri yang terpantau darurat Miras. Bahkan ada satu Sekolah Dasar Negeri yang bisa Meracik miras. Mirisnya untuk membuat racikan miras ini, mereka meminta uang kepada adik kelasnya untuk membeli soft drink, Extra joss, air miniral, obat antimo dan pil bodrek masing masing 4 biji untuk di campur. Setelah selesai meracik minuman berbahaya tersebut, mereka minum bersama di salah satu MI juga diwilayah kecamatan yang sama.                   
Akibat ulah yang tidak pantas dan cukup berbahaya bagi anak seusia mereka, akhirnya Kepala Sekolah memanggil orang tua murid ke Sekolah dan meminta walimurid memberikan pengawasan dan pembinaan terhadap putranya. Bahkan pihak sekolah akan mengambil tindakan tegas mengeluarkan putra atau putri walimurid, jika melakukan hal yang serupa.

Sedangkan koordinator Pengawas Sekolah Kecamatan Besuk, Sofy terkait Kejadian yang mencoreng di Lembaga Pendidikan ini, belum bisa memberi komentar.     

Kabid TK/SD Kabupaten Probolinggo, Fathur Rozi saat di konfirmasi menyangkut prilaku tidak terpuji para siswa tersebut mengatakan pada prinsipnya setiap anak harus mendapatkan pendidikan yang layak,  karena telah diatur dalam undang undang perlindungan anak. Walaupun tabiat negatif anak itu sudah parah dan sering membuat onar, namun tidak serta merta harus di keluarkan dari sekolah. Mengeluarkan anak yang kecendurang berprilaku buruk dari lembaga pendidikan, bukan solusi yang baik. Dengan cara begitu, anak menjadi tidak mempunyai masa depan.Ujar Fathurrozi yang disampaikan diruang kerjanya, Rabu (26/9).

Fathurrozi menambahkan jika ditemukan hal seperti ini, hendaknya pihak sekolah menggali dulu akar permasalahan sehingga anak menjadi seperti itu.   Cari dulu permasalahannya dan bekerja sama dengan orang tua, tokoh masarakat dan tokoh agama. Selanjutnya lembaga pendidikan memberi pendampingan bagi anak tersebut. Berikan pekerjaan rumah dan kesibukan agar mereka tidak mempunyai waktu untuk bergaul ke hal yang Nigatif, tambahnya.

Sementara Ketua PGRI Kabupaten Probolinggo, Drs Purnomo ketika ditemui menyampaikan keprihatinannya,  “Kami ikut prihatin dengan kejadian ini yang seharusnya tidak terjadi di Lembaga Pendidikan. Lembaga pastinya steril dari hal hal buruk. Atas problematika ini, PGRI selalu menggelorakan pentingnya kinerja dan profesionalisme yang sudah di perhatikan oleh Pemerintah kita lebih fokus mengajar mendidik anak anak, terutama karakternya. Mereka harus lebih betah di kelas agar menjadi Anak yang di harapkan oleh orang tua, masyarakat dan Bangsa. Ungkapnya.

Bahkan Purnomo merasa kurang sepaham jika  menjumpai Anak yang bertindak di luar batas, dan memberikan hukuman. Kita ragu dan takut karena tidak sedikit guru yang di meja hijaukan karena hal yang sebenarnya hanya memberi terapy pada siswa, namun berujung keranah hukum.Ungkap Ketua PGRI ini. (Mul)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Nasional