![]() |
| Rumiati, SH Ketua Umum ALPINDO didampingi Nur Chusaini, S.pd Sekretaris |
Surabaya, wartakum.com - Semua warga negara Indonesia memiliki
hak, kewajiban dan tanggung jawab konstitusional yang sama dengan warga bangsa
yang lain berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Yaitu punya hak keadilan,
kesejahteraan dan kesetaraan hidup layak, juga berkewajiban menjaga kedaulanan Negara
Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari rong-rongan musuh yang akan memecah
belah bangsa ini.
Menurut Ketua Umum
(Ketum) Afiliasi Pedagang Indonesia (ALPINDO), Rumiati, SH, bahwa untuk memecah
belah bangsa ini, musuh selalu membuat jurus adu domba dan akan menguasai
perekonomian secara menyeluruh. “Kita ini hidup di negeri sendiri, masak
seperti orang asing. Kita pelaku usaha perdagangan mikro, kecil dan menengah
bisa dibilang tak pernah merasakan keadilan, apalagi kesejahteraan dan
kesetaraan hidup layak. Sebagai bukti dengan menjamurnya retel modern yang
mendapat angin segar dengan dikeluarkannya Keputusan Presiden (Kepres)
No.99/1998, yang menghapuskan larangan investor dari luar untuk masuk bisnis
ritel di Indonesia”, ujar rumiati yang akrap dipanggil bunda Tomy, saat ditemui
di Posko Pedagang Indonesia, Senin (5/3/2018).
Ditambahkan Ketum,
bahwa ALPINDO hadir tak lain adalah untuk memperjuangkan hak rakyat, khususnya
para pelaku perdagangan yang mendapatkan perlakuan kurang adil dari pihah
penyelenggara negara (kebijakan pemerintah, red), yang dirasa tidak berpihak
kepada pelaku perdagaan kecil dan menengah. Sehingga keberadaannya dianggap
hanya membuat memandangan yang jorok dan kumuh.
“Keberadaan
pedagang kecil seperti pedagang kaki lima (PKL) merupakan bagian yang tak
terpisahkan dari sistem ekonomi dan pariwisata perkotaan, bahkan keberadaannya
menjadi pemutar roda ekonomi terbesar di Indonesia, dan menyerap lebih dari 90
juta tenaga kerja secara nasional. Sebagai catatan, saat negeri ini dilanda
krisis ekonomi pada tahun 1997/1998 banyak perusahaan gulung tikar, mereka
membuktikan diri bahwa keberadaannya tidak bergantung pada pendanaan perbankan,
dan tetap menjadi penyetabil perekonomian negeri ini”, ujar orang nomor satu di
organisasi kemasyarakatan ALPINO ini.
Dirinya akan
selalu berjuang untuk kesejahteraan perekonomian rakyat secara menyeluruh,
diantaranya dengan cara bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan swasta, bahwa
para pedagang mikro, kecil dan menengah menjadi ujung tombak untuk penjualan
produk mereka.
“Kami akan berupaya
untuk membentuk Badan Usaha Nasional Perkulakan, Koperasi Primer dan Bank
Perkreditan Rakyat Pedagang Indonesia. Tentunya harus merangkul semua pihak
terkait, terutama pemerintah, BUMN/BUMD dan perusahaan swasta. Hal ini tidak
lain hanya untuk mempermudah dan memperkuat akses permodalan, sehingga pelaku
perdagangan bisa keluar dari jerat rentenir”, Pungkasnya. (Humas DPP ALPINDO).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar