Probolinggo, Wartakum
Dinas Kesehatan Probolinggo bekerja sama dengan RSUD dr. Moh. Saleh dan Kepolisian Resort (Polres) Probolinggo mengadakan Sosialisasi Etika Profesi Pada Pelayanan Medis kepada seluruh perawat dan dokter di ruang pertemuan dinas sosial, kamis (1/2/).
Kabid Kesmas Nurul Nasanah Hidayati mewakili Kepala Dinas Kesehatan dalam sambutannya menyampaikan Masyarakat dewasa ini sudah makin kritis menyoroti pelayanan kesehatan dan professional tenaga kesehatan. Masyarakat menuntut agar mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik dari segi materi dan material. juga sangat berharap untuk ditingkatkan kembali bentuk etika pelayanan keramahan terhadap para pasiennya. karena pasien merupakan suatu hal yang utama untuk mendapatkan bentuk pelayanan yang baik serta mendapatkan bentuk keramahan. Dengan memberikan bentuk pelayanan yang ramah terhadap para pasiennya telah mencerminkan dengan secara ikhlas dan tulus karena telah melayani serta mengobati para pasiennya. “Dengan sosialisasi seperti ini sangatlah penting karena akan tahu etika dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” tutur Nurul.
Penekanan pada profesionalisme dan meminimalisir kesalahan seperti malpraktik menjadi perhatian Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal. Kapolres lebih mengingatkan kepada pelaksana dalam dunia medis untuk tidak berhadapan dengan hukum. Bahkan Kapolres menceritakan terhadap kasus pelecehan seksual yang baru-baru ini terjadi dan sempat menjadi viral menandakan kurangnya pemahamam terhadap etika profesi yang seharusnya dijunjung tinggi dalam memberikan pelayanan medis. Untuk itu Kapolres meminta agar supaya lebih memahami tentang etika profesi agar memberikan pelayanan medis lebih baik lagi.
“Kepada seluruh peserta sosialiasasi diharapkan mampu bekerja dengan baik dan professional dalam melayani kepada masyaratakat,” ujar Kapolres.
Salah satu pemateri sosialisasi dari Kepolisian, Iptu Retno Kabid PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) dalam materinya memaparkan pentingnya pendampingan yang dilakukan tenaga medis terhadap korban untuk mendapatkan visum yang merupakan bagian dari etika profesi. Selain itu, Iptu Retno juga mengingatkan kepada peserta agar selalu mengawasi keluarga terutama anak-anak karena belakangan ini banyak laporan tentang pelecehan seksual terhadap anak dimana pelakunya tidak menutup kemungkinan adalah orang terdekat. “Mari kita awasi, jangan sampai terjadi kepada keluarga anda,“ ucapnya (tim)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Nasional
-
Pose terduga pelaku pidana penipuan bersama teman-temannya berseragam PNS SURABAYA, wartakum.com -Tugianto and partners, kantor pengaca...
-
Belitung, wartakum.com - Peran dan fungsi Pemerintah, salah satunya adalah menjamin kesehatan dan masa depan masyarakat. Namun, sepert...
-
Surabaya, wartakum.com - Diduga sudah melanggar aturan perda salah satu cafe dan karaoke diwilayah surabaya, menyediakan penari striptis. ...
-
Probolinggo, Wartakum.com - Polemik seputar pungutan PTSL Pendaftaran tanah sistematik lengkap (PTSL) atau yang biasa disebut Prona (Progr...
-
Pangkalpinang, wartakum.com - Geliat pesta demokrasi dalam tajuk Pilkada Serentak 2018, makin seru untuk diikuti. Seperti di Kota Pangka...
-
Sampang, wartakum.com - Ada pepatah guru kencing berdiri, murid akan kencing berlari. Pribahasa ini harusnya jadi acuhan oleh para guru y...
-
Probolinggo, Wartakum.com - Gelaran operasi Zebra adalah program yang berkesinambungan Kepolisian RI sebagai bagian dari upaya menertibkan...
-
Gadjah Putih Mega Paksi Pusaka berbunyi Elmu Luhung Teu Adigung, Sakti Diri Teu Kumaki, Yakin Usik Kersaning Illahi, Wartakum.com,...
-
SURABAYA - wartakum.com , Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tanjung Perak, Siska Crhristiana dan jaksa Irene Ulfa, menuntut dua terdakwa ka...
-
Pamekasan, Wartakum.com - Mobil Toyota Fortuner baru bernopol M 45 NICO berwarna Putih, bebas berkeliaran di jalanan wilayah Kabupaten Pa...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar