Senin, 11 Desember 2017
Razia BNNK Sintang, Jaring 91 Remaja 11 Orang Dinyatakan Positif
SINTANG, wartakum.com - Dari 91 orang yang terjaring razia, 11 di antaranya dinyatakan positif pengguna narkoba setelah dites urine oleh BNNK Sintang.
Kepala BNNK Sintang Agus Akhmadin mengungkapkan pada Media ini Minggu malam bahwa 11 orang yang dinyatakan positif pengguna narkoba itu akan dilakukan Assessment dan tidak dilakukan penahanan.
“Jumlahnya ada 11 orang. 10 perempuan dan satu pria. Mereka hanya korban. Mereka hanya wajib lapor. Kalau misalkan ada barang bukti, tetap akan diproses hukum,” ungkapnya.
Sebelas orang yang dinyatakan positif ini nantinya tidak hanya akan mendapatkan pembinaan. Selain assessment secara medis, juga akan diperiksa secara hukum.
“Kami juga ingin tahu, apakah mereka hanya pemakai atau memiliki keterlibatan dengan suatu jaringan. Kami akan terus kembangkan lebih jauh. Nanti secara mendadak akan kami lakukan tes urine ulang,” ungkapnya.
Miris, juga sedih lihatnya. Melihat mereka, kasian. Datang jauh ke kota, akhirnya jadi korban,”
Kasat Pol PP dan Damkar Kabupaten Sintang Martin Nandung menambahkan, razia gabungan kali ini masih sebatas pendataan identitas untuk mendata semua pengunjung yang memiliki identitas atau yang tidak memiliki.
“Yang tidak memiliki, ada beberapa penyebabnya. Alasan tertinggal, belum memiliki KTP atau justru ada yang dibawah umur. Artinya umurnya belum cukup untuk dia memiliki KTP,” ungkapnya.
Dari hasil pemeriksaan, cukup banyak pengunjung yang tidak bisa menunjukan identitas diri. Selain itu, juga terdapat beberapa orang dari hasil pengecekan BNN positif menggunakan narkoba.
“Ini sesuatu yang sangat miris. Generasi muda yang realtif masih dibawah umur, mengkonsumsi narkoba. Ini sangat fatal untuk generasi kedepan,”Ucapnya.
Dipastikan Martin, razia Tindak Pidana Ringan (Tipiring) akan terus digalakkan. Terutama bagi pengunjugn tempat hiburan malam dan cafe-cafe. Upaya ini guna meminimalisir peredaran narkoba.
“Ancaman narkoba di kabupaten Sintang rerata generasi muda yang tidak memahmai dampak negatif narkoba. Mereka menerima saja ketika diberi oleh teman, semua ini akan didalami oleh BNN. Karna mereka adalah korban. Ada yang menafaatkan anak dibawah umur untuk menjadi pasar narkoba. Pada awalnya mereka menerima gratis, kedepan ketika mereka ketagihan, mereka bisa melakukan apapun untuk bisa menpatkannya,” Ujarnya.
(Dri)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Nasional
-
Pose terduga pelaku pidana penipuan bersama teman-temannya berseragam PNS SURABAYA, wartakum.com -Tugianto and partners, kantor pengaca...
-
Belitung, wartakum.com - Peran dan fungsi Pemerintah, salah satunya adalah menjamin kesehatan dan masa depan masyarakat. Namun, sepert...
-
Surabaya, wartakum.com - Diduga sudah melanggar aturan perda salah satu cafe dan karaoke diwilayah surabaya, menyediakan penari striptis. ...
-
Probolinggo, Wartakum.com - Polemik seputar pungutan PTSL Pendaftaran tanah sistematik lengkap (PTSL) atau yang biasa disebut Prona (Progr...
-
Pangkalpinang, wartakum.com - Geliat pesta demokrasi dalam tajuk Pilkada Serentak 2018, makin seru untuk diikuti. Seperti di Kota Pangka...
-
Sampang, wartakum.com - Ada pepatah guru kencing berdiri, murid akan kencing berlari. Pribahasa ini harusnya jadi acuhan oleh para guru y...
-
Probolinggo, Wartakum.com - Gelaran operasi Zebra adalah program yang berkesinambungan Kepolisian RI sebagai bagian dari upaya menertibkan...
-
Gadjah Putih Mega Paksi Pusaka berbunyi Elmu Luhung Teu Adigung, Sakti Diri Teu Kumaki, Yakin Usik Kersaning Illahi, Wartakum.com,...
-
SURABAYA - wartakum.com , Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tanjung Perak, Siska Crhristiana dan jaksa Irene Ulfa, menuntut dua terdakwa ka...
-
Pamekasan, Wartakum.com - Mobil Toyota Fortuner baru bernopol M 45 NICO berwarna Putih, bebas berkeliaran di jalanan wilayah Kabupaten Pa...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar