![]() |
| sebagian karyawan PT. Thiess |
Hal itu di ungkapkan oleh salah seorang calon karyawan yang namanya tidak mau disebutkan, Minggu (10/12) yang mengatakan bahwa setelah dirinya di panggil oleh pihak HRD dan di instruksikan serta diberikan rujukan untuk melakukan MCU (Medical Check Up) ke provider.
“Setelah beberapa hari keluarlah hasil MCU dari provider dan diterima langsung oleh pihak HRD dan saya di telepon oleh HRD di katakan unfit, padahal setau saya yang tidak bisa bekerja itu apabila yang bersangkutan menderita darah tinggi, jantung dan hipatitis B, nah sedangkan saya itu tidak ada alias normal,” imbuhnya.
Ditambahkan bahwa meskipun seandainya yang bersangkutan masuk kategori unfit seharusnya hasil dari MCU itu di perlihatkan kepada yang bersangkutan agar biar tau akan kebenaranya, tapi yang terjadi saat ini hanya di sampaikan secara lisan melalui via telepon seluler saja oleh pihak HRD.
Sementara itu LSM – Lembaga Rakyat Peduli Borneo (LRPB) Sarkani berharap, dengan di mulai kembali aktifitas PT. Thiess di Senakin agar bisa lebih transparan terutama di segi perekrutan calon karyawan yang sudah bekerja sebelumnya, jangan hanya karena ada hubungan keluarga atau teman baik dan lainnya ada toleransi sehingga di permudah agar bisa lulus dan bisa masuk bekerja.
“Pada intinya kami dari LSM- LRPB sangat mendukung dengan beroperasinya kembali PT. Thiess, secara tidak sadar lapangan pekerjaan terbuka kembali, apa lagi yang di rekrut inikan Ex karyawan PT. Thiess juga yang sebelumnya bekerja dan hampir 80℅ berasal dari pekerja lokal,” ujarnya.
Di kutip dari keterangan HRD PT. Thiess Senakin, Sabtu (9/12/17) lalu yang namanya tidak di wartakan mengatakan bahwa setiap karyawan yang di panggil langsung dirujuk untuk melakujan MCU ( Medical Check Up ) ke provider dengan memberikan surat rujukan kepada calon karyawan untuk melakukan MCU ke provider yang sudah di tentukan, dan setelah hasil MCU dari provider keluar maka langsung di kembalikan lagi ke pihak HRD, setelah itu di serahkan dan di review ulang lagi hasil MCU itu ke provider (dokter) PT. Thiess sendiri.
Karena untuk menjadi karyawan PT. Thiess ada standar MCU nya yang harus di penuhi oleh calon karyawan, karena disetiap dipartemen itu masing- masing ada standar MCU nya yang harus di penuhi tergantung tingkat pekerjaanya.
“Jadi seandainya kalau ada calon karyawan yang sudah di katakan unfit dari hasil MCU dari provider dan sudah di review ulang oleh pihak dokter PT. Thiess sendiri dan memang unfit maka tidak ada toleransi lagi meskipun meminta untuk di lakukan MCU ulang lagi, kasian dokter kami pak, katanya.
Ditambahkan bahwa apabila hasil MCU dari provider fit maka di katakan fit tapi kalau hasil MCU nya unfit maka di katakan unfit dan tidak bisa di ganggu gugat lagi. Karena calon karyawan yang di rekrut ulang inikan mantan karyawan PT. Thiess sebelumnya, dan otomatis sebelumnya sudah mempunyai riwayat tentang kesehatannya, karena untuk menjadi karyawan di PT. Thiess ada standar yang harus dipenuhi untuk kesehatanya, artinya setiap calon karyawan harus melalui MCU.
“Perlu di ketahatui setiap karyawan aktif yang bekerja di PT. Thiess yang berumur di bawah 40 Tahun itu di wajibkan untuk setiap 2 tahun sekali melakukan MCU,” tambahnya.
Saat dikonfirmasi perwakilan PT. Thiess Site Senakin dan PT. Thiess Corporate Communication Departemen yang berlokasi dan berkantor di Jakarta tidak berkenan menjawab konfirmasinya dengan alasan tidak mempunyai wewenang dan awak media di arahkan untuk konfirmasi langsung ke kantor pusat yang berada di Australia. (Hrp)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar