Jumat, 28 Desember 2018

Laporan Pengeroyokan Tidak Kunjung Di Proses Oleh Penyidik Polres Kerawang Orang Tua Korban Mencari Keadilan

Karawang, Wartakum.com - Pengeroyokan yang dilakukan terhadap Regi Maulana (23) seorang anak keterbelakangan mental di Puri Kosambi Karawang pukul 21:30 Wib pada Sabtu malam 20 October 2018 yang diduga dilakukan oleh Comeng Dkk diduga ada keterlibatan oknum Lurah Duren, kasus ini telah dilaporkan kepada Polres Karawang oleh ibu korban dengan Nomor : STTL/2221/X/2019/JABAR/RES KRW tanggal 21 Oktober 2018 namun sampai berita ini dinaikan para pelaku Pengeroyokan masih belum ditetapkan sebagai Tersangka oleh penyidik Polres Kerawang.

Latar belakang permasalahan ini adalah salah sasaran atas dugaan Perbuatan asusila dan pemalakan terhadap keponakan Lurah Duren Nurhalim (ebeh)  yang dilakukan oleh geng anak Punk Danai,  Sehingga nasib Regi Maulana (RM)  yang naas menjadi sasaran bulan-bulanan Comeng Dkk sampai mengalami luka lebam, Regi yang saat itu pulang kerja bersama Tablo temannya,  setelah sesampainya dipuri kosambi dihadang oleh Coming dkk dan langsung mencegat dan menhentikan motor yang dikendarai Geri setelah itu terjadilah pengeroyokan terhadap Geri selanjutnya Geri suruh mengakui atas Perbuatan pemalakan dan perbuatan asusila terhadap keponakan Lurah Duren, Awalnya Regi tidak mau mengakui karna perbuatan tersebut Regi tidak melakukannya, setelah bertubi-tubi pukulan pikirnya  biar berhenti, regi mengaku alasan supaya tidak dipukulin terus menerus.

Regi Maulana yang naas Setelah dipukuli Oleh coming Dkk langsung dibawa kerumah Kades Nurhalim (ebeh) dirumah Lurah malah dipukulin Kembali malah Ebeh ikut menggampar setelah Itu Regi dibawa kekantor Desa atas perintah Ebeh, perlakuan yang sama alami Regi kembali dipukulin bahkan disiram air seember sempat pula ditelanjangin, Lalu Regi dibawa ke Psaaolsek Klari untuk dititipkan, besok harinya Regi Maulana pulang dengan keadaan luka lebam, orang tua Geri yang tidak terima kejadian ini  langsung kerumah Lurah Ebeh untuk meminta kejelasan masalah ini dan lurah Embeh menyuruh orang tua Geri kerumah ponakannya untuk menanyakan kejadiannya namun keponakan Lurah Embe tersebut, mengatakan bukan Regi Maulana yang melakukan perbuatan itu yang melakukan adalah ciri-ciri kupingnya panjang antin nya banyak dan bertato bahkan keponakan Lurah Embe sama sekali tidak mengenal Geri.

Saat di konfirmasi oleh Wartakum orang tua Geri mengatakan "Saya tanya pihak anggota Polsek Klari yang saat itu piket kenapa anak saya seperti ini jawabnya tidak tahu, kan menitipkan orang itu ada serah terimanya, masa kerjaanya Polisi tidak dicatat saya pikir Kerja Polisi tidak profesional, sakit teriris anak saya disangka melakukan Perbuatan asusila dan pemalakan tapi anak saya tidak melakukannya namun anak saya babak belur dihakimi sama Coming Dkk bahkan kades Ebeh turut serta seakan-akan pembiaran dan main hakim sendiri, saya juga sudah nanya sama ponakan Lurah Ebeh sebagai korban tapi jelas pelakunya bukan anak saya, kepada pihak kepolisian  kenapa kasus pelaporan terkait anak saya ini kenapa tidak ada kelanjutanya apakah kami orang kecil dan orang lemah", Jelas Vifi sembari usap air Mata.

Lanjut Vivi  "kasus ini sampai saat Ini belum Ada tindakan apapun padahal sudah lewat tiga bulan lebih kenapa pihak Polres lambat menanganinya, apakah kami ini rakyat biasa dan yang dilaporkan oleh rakyat jelata tidaklah bisa diproses karena Coming Dkk orang kaya dan dibekingi oleh Lurah sebagai pejabat negara  mana hukum yang sebenarnya akankan hukum untuk anak saya menemui keadilan dan bisa kami rasakan sebagai mestinya, apakah ini sudah menjadi peti es", tegasnya kesal.



Saat  dimintai keterangan pihak Wartawan WH kepada penyidik berkaitan dengan pelaporan saudara Vivi Afke ibu kandung Regi Maulana dengan LP NO STTL/2221/X/2018/JABAR/RES KRW.  Hari jum'at tanggal 14 Des 2018 menanyakan kepada Pihak Polres Karawang, penyidik yang menangani kasus tersebut namun belum bisa memberikan keterangan Karna lagi tugas luar, setelah kedua kalinya di hari senin menemui penyidik saudara penyidik tidak bisa memberikan keterangan apapun kepada media lebih baik langsung kepada Kasat. Setelah ditunggu namun tidak Ada tanggapan apapun.   (Barna)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Nasional