Minggu, 06 Mei 2018
Warga Pohsangit Leres dan Muneng Wetan Unjuk Rasa Tuntut Pengelola Proyek Paspro
Puluhan warga desa Pohsangit Leres dan Muneng Wetan Kec Sumberasih menggelar unjuk rasa diruas tol Paspro
Probolinggo, Wartakum.com - Buntut keluhan warga dua desa di Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo yakni desa Pohsangit Leres dan Muneng Wetan akibat dampak pengerjaan proyek tol Pasuruan Probolinggo (Paspro) diwujudkan dalam bentuk unjuk rasa oleh ratusan warga. Menurut warga aktifitas mega proyek nasional ini menunjukkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan.
Menurut warga yang didominasi kaum perempuan ini,, Jumat (4/5) dilokasi proyek tol Paspro desa Pohsangit Leres yang berbatasan dengan Muneng Wetan, warga menuntut agar pihak pelaksana proyek PT Waskita Karya memberi kompensasi atas sejumlah keluhan yang dialami warga, diantaranya polusi debu yang mendera warga akibat lalu lalangnya kendaraan berat yang melintas.
Selain itu tebaran debu dari proyek tol yang berjarak hanya beberapa puluh meter dari tanah warga, berpengaruh pada tanaman petani di desa tersebut. Ironisnya adanya polusi debu yang disinyalir minimnya penyiraman dijalan yang dilalui kendaraan berat ini berpengaruh pada kesehatan warga dengan banyaknya masyarakat setempat yang terjangkit penyakit sesak nafas utamanya anak-anak.
Selain itu menurut mereka, dampak pengerjaan proyek ini juga berpengaruh pada bangunan rumah warga. Beberapa rumah terpantau retak. Sebenarnya sudah beberapa kali kami mengeluhkan soal ini ke pihak desa. Namun hingga saat ini pemerintahan desa tidak menunjukkan akan membantu keluhana warganya, jelas salah satu perempuan paruh baya yang tidak berkenan namanya ditulis.
Hadir dilokasi berlangsunya kegiatan unjuk rasa (demo) warga desa Pohsangit Leres dan Muneng Wetan ini, Camat Sumberasih Ugas Irwanto, Kapolsek, Babinsa, Pol PP serta humas PT Waskita Karya. "Kami sudah capek mau mengadu kesiapa, melalui desa sudah, namun belum ada titik temunya. Akhirnya kami beranikan diri turun langsung meminta tanggungjawab pelaksanan proyek ini", ujar Rini, warga salah satu desa yang ikut dalam aksi tersebut.
Perempuan muda ini mengaku rumahnya mengalami keretakan cukup parah akibat getaran dari proyek dan mengalami gangguan pernapasan akibat debu yang beterbangan di sekitar tempat tinggalnya.
Dikonfirmasi ditepat yang sama, Eko selaku Humas PT Waskita Karya menjelaskan apa yang menjadi keluhan warga akan ditampung dan segera difasilitasi. (Rul/Sen)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Nasional
-
Pose terduga pelaku pidana penipuan bersama teman-temannya berseragam PNS SURABAYA, wartakum.com -Tugianto and partners, kantor pengaca...
-
Belitung, wartakum.com - Peran dan fungsi Pemerintah, salah satunya adalah menjamin kesehatan dan masa depan masyarakat. Namun, sepert...
-
Surabaya, wartakum.com - Diduga sudah melanggar aturan perda salah satu cafe dan karaoke diwilayah surabaya, menyediakan penari striptis. ...
-
Probolinggo, Wartakum.com - Polemik seputar pungutan PTSL Pendaftaran tanah sistematik lengkap (PTSL) atau yang biasa disebut Prona (Progr...
-
Pangkalpinang, wartakum.com - Geliat pesta demokrasi dalam tajuk Pilkada Serentak 2018, makin seru untuk diikuti. Seperti di Kota Pangka...
-
Sampang, wartakum.com - Ada pepatah guru kencing berdiri, murid akan kencing berlari. Pribahasa ini harusnya jadi acuhan oleh para guru y...
-
Probolinggo, Wartakum.com - Gelaran operasi Zebra adalah program yang berkesinambungan Kepolisian RI sebagai bagian dari upaya menertibkan...
-
Gadjah Putih Mega Paksi Pusaka berbunyi Elmu Luhung Teu Adigung, Sakti Diri Teu Kumaki, Yakin Usik Kersaning Illahi, Wartakum.com,...
-
SURABAYA - wartakum.com , Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tanjung Perak, Siska Crhristiana dan jaksa Irene Ulfa, menuntut dua terdakwa ka...
-
Pamekasan, Wartakum.com - Mobil Toyota Fortuner baru bernopol M 45 NICO berwarna Putih, bebas berkeliaran di jalanan wilayah Kabupaten Pa...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar