![]() |
| Korban saat dirawat di rumah sakit |
SAMPANG, Wartakum.com — Jenazah Ahmad Budi Cahyono, guru honorer SMAN 1 Sampang, yang meninggal akibat dianiaya siswanya berinisial HI, dimakamkan dipemakaman umum Desa Tanggumung, Kecamatan Kota Pamekasan, Kabupaten Sampang, Provinsi Jawa Timur, Jumat.
Tampak Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Syaiful Rahman dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang Moh Jupri Riyadi.
Syaiful Rahman turut menghantar jenazah korban.
![]() |
| Jenazah korban saat dibawah ke pemakaman |
Peristiwa pembunuhan guru oleh siswa di Sampang ini merupakan yang pertama di Indonesia dan di Jawa Timur. Kejadian ini diharapkan tidak terulang kembali di semua tempat. “Saya sangat prihatin atas kejadian ini. Semoga ini yang terakhir kalinya,” ujar Syaiful Rahman.
Syaiful menambahkan, ke depan semua kepala sekolah harus mengawasi dan memantau setiap kelas. Dengan demikian, kepala sekolah bisa tahu kejadian di sekolahnya.
Selain itu, Dinas Pendidikan Jawa Timur juga akan membuat program pengadaan kamera pemantau(CCTV) di setiap sekolah. Tujuan pengadaan program tersebut untuk memantau semua kegiatan di sekolah dan diharapkan bisa disetujui Gubernur Jawa Timur.
“Kepala sekolah bisa memantau apa saja yang terjadi di sekolahnya. Jangan ada lagi siswa menganiaya gurunya, juga tidak boleh lagi ada guru menganiaya siswanya,” ungkap Syaiful.
Sementara itu, di SMAN 1 Torjun, semua siswa dan guru pulang lebih awal dari jam biasanya. Mereka semua pergi ke rumah korban untuk ikut mengantarkan jenazah korban ke tempat pemakaman.
Akhirnya korban dilarikan ke Rumah Sakit sampang, setelah dilakukan pemeriksaan korban mengalami patah leher yang serius, sehingga korban harus dirujuk ke Rumah Sakit DR.Soetomo.
Korban dinyatankan meninggal dunia dirumah Sakit DR. Soetomo pada hari Kamis sekitar jam 21:45 WIB. (Ros)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar