Jumat, 19 Januari 2018
Gubernur Diskusi dengan OJK Terkait Skema Pembiayaan Obligasi Daerah
Surabaya, wartakum.com - Gubenur Jatim Dr. H. Soekarwo melakukan diskusi dengan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan/OJK Wimboh Santoso terkait skema pembiayaan menggunakan obligasi daerah, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat, (19/01) sore. Diskusi ini penting dilakukan di tengah melemahnya pertumbuhan ekonomi, yang menuntut alternatif atau teroboson pembiayaan untuk pembangunan, termasuk infrastruktur.
Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim menyampaikan terdapat beberapa pola pembiayaan. Hanya saja, menurutnya, loan agreement merupakan cara paling tepat untuk saat ini. Dicontohkan, banyak petani jika menggunakan pupuk bebas atau tanpa subsidi justru lebih produktif dibanding memakai pupuk subsidi. “Terkait hal ini kita sudah kerjasama dengan Petrokimia, dan mereka siap. Sedangkan model kerjasamanya masih kita persiapkan,” ujarnya.
Ditambahkan, beberapa waktu lalu Pemprov. Jatim juga ditawari untuk mendapatkan bantuan keuangan dari luar negeri. Akan tetapi, setelah dihitung dan dianalisa ulang masih berat untuk pengembaliannya. “Sebetulnya di Jatim pertumbuhan ekonomi kelas menengah baru naik cukup siginifikan. Jika sebelumnya 35% terhadap PDRB sekarang naik menjadi 38,7%. Karenanya kami mohon arahan dari OJK terkait tantangan yang kami hadapi,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan/OJK Wimboh Santoso mengatakan, saat ini pemerintah terus melakukan pembangunan infrastruktur diantaranya aiport, tol laut, MRT, pelabuhan, dan lainnya. Namun dalam pembiayaannya tidak bisa sepenuhnya menggunakan APBN, salah satu terobosannya melalui pasar modal lewat obligasi daerah. Oleh sebab itu, Jatim diharapkan bisa menjadi pioneer proyek mana yang bisa diajukan lewat obligasi daerah. “Saat ini uang yang beredar banyak, tinggal implementasi skema pembiayaannya yang harus ditata dengan baik,” terang Wimboh sapaan akrab KD OJK.
Menurutnya, saat ini digitalisasi sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional, banyak barang luar negeri yang dipasarkan dengan mudah di dalam negeri. Oleh sebab itu, perekonomian harus digenjot dan tidak mengandalkan aktivitas ekonomi seperti yang ada saat ini.
"Meskipun suku bunga dan inflasi turun, jika tidak digenjot, maka akan berdampak pada kegiatan ekspor impor dalam negeri," tegasnya.
Ia menambahkan bidang pertanian, perikanan, dan kelautan juga akan dibawa ke era digital, sebagai bentuk percepat terhadap digitalisasi yang sudah terjadi.. (Humasprovjatim:dwi)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Nasional
-
Pose terduga pelaku pidana penipuan bersama teman-temannya berseragam PNS SURABAYA, wartakum.com -Tugianto and partners, kantor pengaca...
-
Belitung, wartakum.com - Peran dan fungsi Pemerintah, salah satunya adalah menjamin kesehatan dan masa depan masyarakat. Namun, sepert...
-
Surabaya, wartakum.com - Diduga sudah melanggar aturan perda salah satu cafe dan karaoke diwilayah surabaya, menyediakan penari striptis. ...
-
Probolinggo, Wartakum.com - Polemik seputar pungutan PTSL Pendaftaran tanah sistematik lengkap (PTSL) atau yang biasa disebut Prona (Progr...
-
Pangkalpinang, wartakum.com - Geliat pesta demokrasi dalam tajuk Pilkada Serentak 2018, makin seru untuk diikuti. Seperti di Kota Pangka...
-
Sampang, wartakum.com - Ada pepatah guru kencing berdiri, murid akan kencing berlari. Pribahasa ini harusnya jadi acuhan oleh para guru y...
-
Probolinggo, Wartakum.com - Gelaran operasi Zebra adalah program yang berkesinambungan Kepolisian RI sebagai bagian dari upaya menertibkan...
-
Gadjah Putih Mega Paksi Pusaka berbunyi Elmu Luhung Teu Adigung, Sakti Diri Teu Kumaki, Yakin Usik Kersaning Illahi, Wartakum.com,...
-
SURABAYA - wartakum.com , Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tanjung Perak, Siska Crhristiana dan jaksa Irene Ulfa, menuntut dua terdakwa ka...
-
Pamekasan, Wartakum.com - Mobil Toyota Fortuner baru bernopol M 45 NICO berwarna Putih, bebas berkeliaran di jalanan wilayah Kabupaten Pa...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar