Jumat, 24 November 2017

Waspada Bencana, Pemkab Tuban Gelar Apel Siaga

Tuban - Bertempat di Aloon-aloon Tuban, diadakan Apel Kesiapsiagaan menghadapi Bencana Banjir, Tanah Longsor, Angin Kencang/Puting Beliung dan Banjir Rob di Kabupaten Tuban tahun 2017, jumat (24/11).

Apel ini langsung dipimpin oleh Bupati Tuban dan dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Tuban. Selain itu, hadir pula pimpinan OPD, Camat, Kapolsek serta Danramil se-kabupaten Tuban.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulanggan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban, Drs. Joko Ludiyono, M.Si., mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana secara terpadu di kabupaten Tuban.

“Selain itu, berdasarkan surat edaran dari Kepala BMKG Stasiun Meterologi klas 1 Juanda Surabaya yang memperkirakan kondisi cuaca di Jawa Timur, termasuk Kabupaten Tuban memasuki musim penghujan sehingga diperlukan koordinasi sejak dini,” ujarnya.

Lebih lanjut, penyebab kejadian bencana yang terjadi di kabupaten Tuban selama ini selalu didominasi oleh faktor Hydrometeorology.

Bupati Tuban, H. Fathul Huda dalam sambutannya menyatakan bahwa berdasarkan kajian dari BNPB tahun 2013 Kabupaten Tuban memiliki potensi ancaman bencana yang cukup besar dengan skor 175.

“Bahkan Kabupaten Tuban menempati urutan 145 dari 496 kabupaten/kota se-Indonesia yang rawan resiko bencana,” ungkapnya.

Sementara itu, keberadaan sungai Bengawan Solo yang membawa berkah juga sekaligus ancaman bencana. Selain sebagai sumber irigasi pertanian bagi warga sekitar aliran, sungai terpanjang di pulau Jawa ini juga memiliki potensi banjir dan tanah longsor.

“Kita juga perlu mewaspadai potensi hujan deras disertai puting beliung yang kerap terjadi di beberapa wilayah lain di kabupaten Tuban,” imbuhnya.

Bupati dua periode ini mengajak kepada seluruh penduduk, instansi terkait, termasuk dunia usaha untuk menjadikan kejadian bencana yang pernah terjadi sebagai pelajaran dan bahan evaluasi. Sehingga resiko terjadinya bencana dapat diminimalisir bahkan dapat dihilangkan dikemudian lagi.

“Upaya yang dapat ditempuh untuk mengurangi dampak resiko bencana melalui mitigasi bencana, baik secara struktural maupun non-struktural dengan tujuan untuk menentukan indikator dalam meminimalisir dampak resiko bencana,” serunya.

Lebih lanjut, sebagian masyarakat menganggap bahwa penanggulangan bencana hanya saat terjadi bencana, padahal tidak seperti itu. Bapak dari empat orang anak mengingatkan bahwa upaya penanggulangan bencana merupakan rangkaian yang tidak terpisahkan mulai dari tahap sebelum, saat terjadi, dan setelah terjadinya bencana.

“Sebagaimana yang diamanatkan dalam UU no. 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana terdapat tiga tahap penyelenggaraan penanggulangan bencana yaitu, pra bencana, saat tanggap bencana, dan pasca bencan,” jelasnya.

Mantan Ketua PCNU ini berharap agar apel ini menjadi momentum bagi semua pihak untuk menjalin komunikasi dan meningkatkan koordinasi.

“Dengan adanya koordinasi yang lebih baik maka upaya penanggulangan bencana akan berjalan lebih baik dan tidak terkesan parsial,” harapnya.

Adapun peserta yang terlibat pada Apel ini adalah sebanyak 563 orang yang terdiri dari Anggota Kodim 0811, Polres Tuban, BPBD Kabupaten Tuban, PMI Cabang Tuban, Tagana Tuban, Linmas Kabupaten Tuban, Relawan, Pramuka Tuban, SMK Pelayaran Muhammdiyah Tuban, SMPN 6 Tuban, FMPPRB Kabupaten Tuban, dan perwakilan perusahaan-perusahaan di Tuban.

Pada apel ini juga dilaksanakan peninjauan langsung terhadap kesiapan personil dan sarana penanggulangan bencana oleh Bupati bersama jajaran Forkopimda. (Afi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Nasional