![]() |
Bertempat di Gedung Kementerian KUKM Republik Indonesia di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, kegiatan tersebut dihadiri, Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia sekaligus President of ICSB Indonesia, Hermawan Kartajaya dan Bupati Tuban, H. Fathul Huda beserta 34 kepala daerah lain yang mendapatkan penghargaan.
Hermawan menjelaskan penghargaan Natamukti merupakan bentuk apresiasi dari ICSME sebagai host organization ICSB Indonesia, bersama dengan Kementerian KUKM kepada kepada kota dan kabupaten yang berhasil mendorong keberlangsungan UMKM di daerah masing-masing.
Kabupaten Tuban terpilih mendapatkan penghargaan tersebut karena telah berhasil dalam memasarkan, mendorong peningkatan kualitas, serta membangun ekosistem UMKM di daerahnya.
Sebagai salah satu roda penggerak perekonomian di Indonesia, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi perhatian pemerintah dan lembaga internasional saat ini.
“Ekosistem UMKM yang kondusif hanya bisa dicapai dengan kontribusi dari berbagai pihak seperti praktisi bisnis, akademisi dan peneliti,” imbuhnya. Lebih lanjut Hermawan menambahkan peran pemerintah daerah dalam mendukung UMKM menjadi pilar pendorong utama ekonomi lokal
Berdasarkan data dari Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Tuban pada tahun 2017 tumbuh sebanyak 1.730 UMKM yang terdiri dari UMKM yang terdiri dari UMKM makanan dan minuman, UMKM sandang, UMKM keahlian, dan UMKM kerajinan. Sehingga terjadi kenaikan sebesar 2,63 persen dari tahun 2016 sebesar 65.536 UMKM menjadi 67.266 UMKM.
Selain itu, pada 15 sampai dengan 19 November 2017, Diskoperindag Kabupaten Tuban menyelenggarakan Pameran Dagang dan Pembangunan tahun 2017. Hal ini menjadi bukti bahwa Kabupaten Tuban merupakan lokasi yang strategis bagi pengembangan bisnis.
Bupati Tuban berharap penghargaan yang diraih menjadi motivasi bagi kabupaten Tuban untuk menjadi lebih baik. Khususnya dalam hal peningkatan dan pengembangan UMKM.
Lebih lanjut Bupati menambahkan bahwa penghargaan yang diterima tidak terlepas dari doa dan dukungan dari pihak-pihak terkait pengembangan UMKM yang berdaya saing.
“Ini adalah keberhasilan seluruh masyarakat Tuban. Untuk itu, kedepan daya saing UMKM di Tuban harus lebih ditingkatkan lagi,” pungkasnya.
Sebagai informasi, ICSB adalah sebuah organisasi nirlaba internasional didirikan pada tahun 1955 yang bertujuan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan usaha kecil dan menengah di seluruh dunia yang pada gilirannya dapat memberikan dampak ekonomi dan sosial yang positif bagi suatu negara.
Organisasi ini mempertemukan para akademisi, peneliti, pembuat kebijakan, dan praktisi dari seluruh belahan dunia yang berfungsi sebagai empat pilar utama ICSB untuk berbagi pengetahuan dan keahliannya di bidang masing-masing. Saat ini terdaftar 70 chapters di berbagai negara yang telah menjadi anggota ICSB termasuk ICSB Indonesia sebagai salah satu afiliasi yang dibentuk pada tahun 2015 lalu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar