Depok, wartakum.com - Sepakbola Indonesia pernah mengalami kejayaan. Sejarah mencatat sebelum Indonesia merdeka, Indonesia adalah salah satu negara yang mewakili kawasan asia dalam ajang bergengsi piala dunia 1938. Namun, saat ini sepakbola Indonesia berkembang jauh dari cita-cita para pendiri bangsa. Banyaknya pemain asing yang dinaturalisasi mengurangi kesempatan anak bangsa untuk membela dan mengharumkan bangsanya dicabang sepakbola di dunia internasional. Dari tujuan para pendiri bangsa, sepakbola saat ini bergeser jauh dari cita-cita yang sebelumnya sebagai alat pemersatu menjadi alat komersialisasi.
Sepakbola sebagai alat pemersatu menjadi cacatan sejarah tersendiri. Bahwa pada masa penjajahan Belanda, dengan sepakbola, pemuda berkumpul membentuk klub dan membawa nama Indonesia harum dikancah dunia internasional. Indoensia pada masa itu mewakili kawasan Asia bertanding dalam gelaran akbar FIFA World Cup di Prancis pada tahun 1938. Dengan terbentunya klub-klub sepakbola, pemuda Indonesia sebagai kaum nasionalis pada masa itu berkumpul membawa Indonesia merdeka dari makna penjajahan.
Sebelum merdeka, dibawah jajahan Hindia Belanda terbentuklah klub PSM Makasar yang lahir pada 2 November 1915 terbentuk karena jiwa nasionalisnya, Persebaya pada tahun 1910-an dikenal dengan degan sebutan SVB (Soerabaia Voetbal Bond), Persija (1928), Persib (1923) yang dikenal pada masa itu dengan nama klub Bandung Inlandis Voettbal Bond (BIFB), PSMS Medan (1930) dan PSIS Semarang (1928). Telah membawa semangat dan sebagai alat pemersatu bangsa.
Salah satu tujuan sepakbola oleh para pendiri bangsa adalah membentuk karakter manusia Indoensia seutuhnya yang bisa dihubungkan dengan filosofi FIFA “Fair and Fair Play” yang lahir tanggal 21 Mei 1904 Saint Honore, Paris, Prancis. Sehingga, bila kita berkaca pada masa kini, banyaknya pemain naturalisasi telah mematikan semangat anak bangsa. Pemain naturalisasi dengan mudahnya menggantikan posisi pejuang-pejuang baru. Dengan semangat tuan rumah piala dunia tahun 2022 di Indoensia, kita melanjutkan cita-cita para pendiri bangsa.
Sarman El Hakim
Ketua MSBI
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Nasional
-
Pose terduga pelaku pidana penipuan bersama teman-temannya berseragam PNS SURABAYA, wartakum.com -Tugianto and partners, kantor pengaca...
-
Belitung, wartakum.com - Peran dan fungsi Pemerintah, salah satunya adalah menjamin kesehatan dan masa depan masyarakat. Namun, sepert...
-
Surabaya, wartakum.com - Diduga sudah melanggar aturan perda salah satu cafe dan karaoke diwilayah surabaya, menyediakan penari striptis. ...
-
Probolinggo, Wartakum.com - Polemik seputar pungutan PTSL Pendaftaran tanah sistematik lengkap (PTSL) atau yang biasa disebut Prona (Progr...
-
Pangkalpinang, wartakum.com - Geliat pesta demokrasi dalam tajuk Pilkada Serentak 2018, makin seru untuk diikuti. Seperti di Kota Pangka...
-
Sampang, wartakum.com - Ada pepatah guru kencing berdiri, murid akan kencing berlari. Pribahasa ini harusnya jadi acuhan oleh para guru y...
-
Probolinggo, Wartakum.com - Gelaran operasi Zebra adalah program yang berkesinambungan Kepolisian RI sebagai bagian dari upaya menertibkan...
-
Gadjah Putih Mega Paksi Pusaka berbunyi Elmu Luhung Teu Adigung, Sakti Diri Teu Kumaki, Yakin Usik Kersaning Illahi, Wartakum.com,...
-
SURABAYA - wartakum.com , Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tanjung Perak, Siska Crhristiana dan jaksa Irene Ulfa, menuntut dua terdakwa ka...
-
Pamekasan, Wartakum.com - Mobil Toyota Fortuner baru bernopol M 45 NICO berwarna Putih, bebas berkeliaran di jalanan wilayah Kabupaten Pa...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar