![]() |
| Searah jarum jam, Tugianto, SH, Korban Laka, suasana Perempatan dan mobil penabrak |
Kecelakaan bermula ketika
pengendara sepeda motor menyerobot lampu merah, dari arah jalan Mulyorejo
menuju ke barat, saat bersamaan meluncur mobil honda brio dari arah utara
menuju ke selatan. Tak pelak lagi pengemudi mobil kaget dan akhirnya menabrak
motor.
Akibat kejadian tersebut,
pengendara motor terpelanting dan jatuh, warga yang mengetahui kejadian
tersebut segera menolong korban. Saat kejadian tak satu orangpun petugas Satlantas
ada ditempat, sehingga sempat terjadi insiden adu mulut antara warga dengan
pengemudi mobil yang ngotot merasa tidak bersalah.
Karena merasa bersalah,
pengendara motor mengajak berdamai, dengan diberi ganti rugi uang sebesar Rp100
ribu. Kendati tak sebanding pengendara motor menerimanya.
Perlu diketahui bahwa
kecelakaan yang terjadi di siang bolong tersebut, bukan yang pertama kalinya.
dalam kurum waktu bulan Oktober 2017 ini sudah ada kecelakaan di perempatan
jalan Kalijudan tersebut sebanyak tiga kali.
Menurut pemilik warkop yang tidak
mau namanya disebutkan dan lokasi dekat dengan perempatan tersebut menuturkan,
kalau bulan oktober ini saja sudah ada tiga kejadian kecelakaan.
“Belakangan ini, gak tahu kok
di perempatan ini sering terjadi kecelakaan. ini sudah yang ketiga kalainya
mas. Beruntung tidak ada yang sampai meninggal”, jelasnya.
Sementara menurut Tugianto, SH
seorang Advokat yang membuka praktek pengacara Tugianto & Partner law firm berkantor di Jl. Dr.Ir.
Soekarno 196 dekat perempatan Kalijudan mengatakan, kalau perempatan jalan
tersebut perlu ada pengkajian ulang dari pihak Pemerintah Kota Surabaya.
“Pemerintah agar mengkaji ulang
keberadaan perempatan Kalijudan ini, sehingga tidak ada lagi kecelakaan serupa.
Menurut saya sebaiknya perempatan ini ditutup saja, sebelum memakan korban
jiwa. Yang saya tahu sudah berkali-kali terjadi kecelakaan di sini (perempatan
lampu merah Kalijudan, red)”, ujat tugianto saat ditemui di kantornya.
Ia menambahkan, bahwa di sisi
utara dan selatan sudah ada jalam putar. Dan itu aman, kita semua tahu bahwa
banyak masyarakat yang kurang sadar diri, sehingga menimbulkan dampak yang
jelek.
“Saya sarankan agar Pemkot
Surabaya melalui Dinas terkait dan aparat Kepolisian mengkaji ulang keberadaan
perempatan Kalijudan ini. Demi keamanan lalu lintas sebaiknya ditutup saja”,
Pungkasnya (sen)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar