Rabu, 07 April 2021

Bakesbangpol Jatim Gelar Pemantapan Pembauran Kebangsaan. Dosen Komunikasi : Banyak Wartawan Press Realese Kurang Investigasi


Mojokerto |  Hampir 97% banyak menggunakan internet. Celakanya bagi pengguna internet,  Celakanya tidak semua sosmed tidak berisi hal yang benar. Karena kalau hal - hal yang benar digunakan oleh pengguna internet maka tidak ada yang kontra.

Demikian hal itu diungkapkan Dr. Zainal Abidin Achmad, selaku dosen Komunikasi di UPN Surabaya, saat mengisi kegiatan yang diselenggarakan Forum Pembauran Kebangsaan yang dihelat Bakesbangpol Provinsi Jawa Timur, yang dipusatkan di Hotel Grand Whiz Trawas Mojokerto dengan mengambil tema Pemantapan Pembauran Kebangsaan di Jawa Timur, pada Rabu (7/4/2021). 

Diungkapkan Zainal, pemerintah mengeluarkan kebijakan namun kebijakan itu berbeda - beda dari Sabang sampai Merauke. Terutama soal isu vaksin tidak ada yang sama. Dikatakan Zainal selaku Dosen Komunikasi melihat hanya menerjemahkan vaksin karena ada bahasa yang menurut anggapannya ada mikro chiefnya.

Peran media kata Dosen Komunikasi UPN, semuanya bisa terangkat yang awalnya tidak terangkat sekarang bisa terakses lebih cepat dengan media sosial tersebut. Namun baginya bisa menjadi ancaman besar bila pemerintah tidak memberikan pedidikan kepada masysrakat.

"Internet harus diwaspadai di masyarakat karena berbahaya karena setiap ada interney semakin banyak orsnh yang ingin tahu," katanya. 

Lebih lanjut diumgkapkan Zainal, informasi apapun bisa dicari dengan internet baik soal sifua porno maupun cara membuat teror. Semuanya ada disitu nanun yang perlu diwaspsdai adakah ideologi intermet.

"Berkembangnya pemikiran neo liberal, pertumbuhan lapangannkerja baru seperti youtuber, selegram dan lain lain," jelasnya. 

Namun yang penting bagi dia, kebebasan berpikir,  masyarakat memiliki keyakinan, punya hak berbicara dan berkumpul serta berserikat. Namun dalam fakta di lapangan terjadi tarik menarik intepretasi hukum,  hate speech vs freedom of speech.

Yang pasti menurutnya menjadi tantangan bagi media, demokrasi harus menumbuhsuburkan budaya kewarganegaraan (culture of citizenship). Semestinya individu katanya harus punya tanggung jawab berpartisipasi dalam proses politik mengendalikan hak komunikasinya. 

"Disamping berhak untuk tetap mendapat informasi bukan berarti aekedar menuntut kebebasannya," pungkasnya. 

Lain hal soal peran media di era new normal, peran pasar dan negara pada media menciptakan budaya. Sistem dan steruktur kepemilikan medianya mengendalikan dan menciptakan pemahaman seragam. Celakanya publik mudah percaya karena tidak ada media alternatif. 

"Sekarang banyak wartawan press realese bukan wartawan investigasi sampai wartawan asing bingung melihat wartawan Indonesia. Paling hanya media tempo yang dikenal kencang investigasinya," imbuhnya.

Reporter : Dedy Mulyadi

Senin, 05 April 2021

Luar Biasa, Cakupan Vaksinasi Kota Mojokerto


MOJOKERTO, Beritalima.com-Kota Mojokerto menempati peringkat pertama sebagai daerah dengan cakupan vaksinasi Covid-19 tertinggi di Jawa Timur. Sinergitas tim pelaksana vaksinasi dari instansi pemerintah, rumah sakit swasta, rumah sakit dan klinik TNI/Polri, dukungan Forkompimda serta animo masyarakat menjadi kunci sukses vaksinasi.

"Kunci sukses cakupan vaksinasi Covi-19 teratas di Jawa Timur karena sinergitas semua pihak. Dari tim pelaksana vaksinasi antara lain instansi pemerintah, rumah sakit swasta, rumah sakit dan klinik TNI/Polri, dukungan Forkompimda dan animo masyarakat," kata PIC person in charge) Komunikasi Publik Vaksinasi Covid-19 Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo pekan lalu.

Selain itu, ada beberapa alasan yang membuat Kota Mojokerto mampu melakukan vaksinasi dengan cakupan tertinggi di Jawa Timur. Antara lain penggerakan sasaran, seperti sosialisasi vaksinasi secara masif, penjadwalan dan pengaturan by system.

Menurut Gaguk, peringkat dalam cakupan vaksinasi Covid-19 itu merujuk data Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) tanggal 1 April 2021.

KPCPEN membagi sasaran vaksinasi menjadi tiga kelompok, yakni SDM kesehatan, pelayanan publik dan lansia. Peringkat kedua hingga kelima berturut-turut ditempati Kota Surabaya, Kota Blitar, Kota Pasuruan, Kota Kediri dan Kota Madiun.

"Kota Mojokerto berada di peringkat pertama dari 38 daerah di Jawa Timur dengan total cakupan vaksinasi tahap 1 dan tahap 2 sebesar 126,32 %," ujarnya. 

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Mojokerto, SDM Kesehatan Kota Mojokerto yang masuk dalam vaksinasi tahap 1 sebanyak 2.840 sasaran. Vaksinasi dosis 1 kelompok ini sebanyak  2,936 dosis atau 103,4 %, dan vaksinasi dosis 2 sebanyak 2.728 atau 96,1 %.

Sedangkan dari sasaran pelayanan publik sebanyak 12.264 yang masuk dalam vaksinasi tahap 2, vaksinasi dosis 1 sebanyak 13.030 atau 106,3 % dan vaksinasi dosis 2: 10.005 atau 96,1 %.

Dan dari 8.785 sasaran kelompok lansia dalam vaksinasi tahap 2, vaksinasi dosis 1 sebanyak  1.375 atau15,6 % dan vaksinasi dosis 2 sebanyak 103 atau 1,2 %.

"Sampai hari ini, sisa vaksin sebanyak 3.250 dosis yang dialokasikan untuk pedagang pasar dan lansia," terangnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mojokerto tersebut lebih lanjut mengatakan, sampai hari ini total dosis yang sudah diberikan sebanyak 30.176 dosis. 

Sebagai informasi, total sasaran vaksinasi Covid-19 Kota Mojokerto sebanyak 90 ribu jiwa. Perhitungan ini didasarkan berdasar asumsi dari jumlah penduduk sekitar 139 ribu jiwa, sebanyak 85 ribu merupakan sasaran vaksinasi dari kelompok usia diatas 18 tahun keatas dan kelompok lansia.

"Target vaksinasi 90 ribu jiwa, karena selain warga Kota Mojokerto, juga kalangan pekerja, pedagang dan elemen masyarakat lain yang beraktivitas di Kota Mojokerto yang masuk dalam sasaran vaksinasi. Dengan dua kali penyuntikan atau dua dosis per jiwa, maka secara keseluruhan dibutuhkan 180 ribu dosis. Dan dari target itu, cakupan vaksinasi Covid-19 Kota Mojokerto saat ini mencapai 16,76%," tukas Gaguk.

Sementara dari target nasional, ujar Gaguk, vaksinasi tahap 2 selesai bulan Juni 2021 dan tahap 3 dimulai bulan Juli 2021.

Sedangkan untuk mempertahankan konsistensi vaksinasi hingga mencapai cakupan terbaik vaksinasi, menurut Gaguk, kontribusi dan kerjasama semua pihak menjadi pilar utama.

"Saat ini posisi kita lebih bagus dari daerah lain, tentunya ini harus kita pertahankan terus serta meningkatkan kecepatan dari vaksinasi sendiri. Karena dengan semakin tingginya cakupan vaksinasi, maka herd immunity di Kota Mojokerto berjalan lebih cepat. Ketahanan terhadap virus corona lebih cepat tercapai," tandasnya.

Satu kunci dalam memerangi pandemi Covid-19, imbuh Gaguk, yakni menjaga kepatuhan, ketaatan, dan disiplin masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan, bisa dijalankan dengan lebih intens, lebih luas, dan lebih masif. (Kar) 

Gresik Akan Berlakukan Sekolah Tatap Muka Mulai 19 April


GRESIK, Ada kabar gembira bagi wali siswa yang selama ini mengeluh pemberlakuan sekolah Daring sejak pandemi  Covid-19.

Pemkab Gresik akan memberikan izin kepada  sekolah di Kabupaten Gresik untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) mulai S3nin 19 April mendatang.

Izin diberikan setelah dilakukan pengkajian perkembangan wabah coronavirus disease 2019 (Covid-19) yang menunjukkan tren mereda.

Status Kota Santri yang semula masuk zona merah berubah menjadi zona kuning. Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengatakan, hasil rapat koordinasi dengan Satgas Covid-19, Dinas Pendidikan, Kementerian Agama (Kemenag) Gresik , Komisi IV DPRD Gresik di Ruang Graita Eka Praja lantai II Kantor Bupati semua sepakat dan menyetujui PTM bisa dilakukan di Gresik.

"Alhamdulillah semua menyetujui PTM diberlakukan,"kata Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah usai rakor pada Senin,(5/04/2021).

Bu Min menambahkan, berdasarkan hasil rapat, PTM disetujui digelar pada Senin, 19 April 2021 mendatang. "Secara prinsip, 98 sekolah di Gresik sudah siap,"kata Wabup perempuan pertama di Gresik itu.

Meski demikian, Bu Min mengingatkan PTM nanti lembaga pendidikan harus memenuhi syarat dan ketentuan sesuai Perbup 50/2020.
"Secara teknis, Dispendik dan Kemenag serta Satgas Covid-19 kecamatan yang mempersiapkan semuanya,"ujarnya kepada wartawan.

"Terutama berapa sekolah yang siap melaksanakan PTM di masing-masing kecamatan,"sambungnya. Demi kelancaran PTM, kata Bu Min, nantinya akan melibatkan Dinas Kesehatan dan Polres Gresik untuk mengawasi protokol kesehatan (prokes). "Supaya PTM berjalan sesuai yang diharapkan,"pungkas Wabup perempuan pertama di Gresik tersebut.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dispendik Gresik Nur Maslichah mengatakan, sinyal lampu hijau tentu menggembirakan. "PTM akan dimulai 19 April 2021. Untuk detailnya kami masih harus berkoordinasi dengan sekolah,"ujarnya kepada wartawan.(Moh Khoiron)

Jumat, 02 April 2021

Pemkab Sidoarjo Raih Penghargaan BKN Award 2020


SIDOARJO.  Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor (Gus Muhdlor) menerima Penghargaan BKN Award 2020 dari Kepala BKN RI Bima Arya Wibisana atas Pencapaian Terbaik Pertama kategori III Penilaian Kompetensi Tingkat Kabupaten secara Nasional, di Ruang Hayam Wuruk, Sekretariat Daerah provinsi Jawa Timur, Kamis (1/4/2021).

Gus Muhdlor menyampaikan bahwa data-data ASN di Badan Kepegawaian Daerah di Sidoarjo telah teraplikasi dengan baik.

"Data-data ASN sudah terdata dengan baik, zaman sudah berubah, digitalisasi sistem ini sangat diperlukan untuk kemajuan daerah Sidoarjo," ucap Gus Muhdlor.

BKN Award merupakan penghargaan yang diberikan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) kepada instansi pengelola kepegawaian terbaik yang terbagi dalam lima kategori yaitu perencanaan kebutuhan, pelayanan pengadaan, kepangkatan dan pensiun, penilaian kompetensi, implementasi SAPK dan pemanfaatan CAT, implementasi penilaian kerja, dan komitmen pengawasan dan pengendalian.

"Saya khusus datang ke Surabaya untuk menyampaikan BKN Award," ujar Bima. "Jadi sebetulnya ini sudah di umumkan pada Desember tahun lalu, tapi baru diberikan sekarang" pungkasnya. (Kus)

Nasional