Senin, 14 Mei 2018

Warga Terdampak Pembangunan Tol Paspro Akan Kembali Turun Dengan Masa Lebih Besar

Warga terdampak saat melakukan rapat

Probolinggo, Wartakum.com - 
Usaha masyarakat desa Pohsangit Leres dan Muneng Wetan Kecamatan Sumberasih untuk mendapat keadilan atas keluhan dampak negatif pengerjaan proyek Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) tak menuai hasil. Pasalnya PT Waskita Karya (PT WK) selaku pelaksana sekaligus fasilitator keluhan warga tindak ada tindaklanjut.

Sebagai catatan, beberapa waktu lalu warga dua desa tersebut  melakukan aksi demo menuntut pelaksana mega proyek tol Paspro bertanggung jawab atas berbagai dampak dari proyek tersebut.

Pendemo yang banyak didominasi kaum perempuan itu, menuntut kompensasi dari PT Waskita Karya  atas  dampak yang ditimbulkan, mulai dari kesehatan, pertanian hingga dampak kerusakan bangunan milik warga.

Menurut warga yang ditemui Wartakum.com, akibat lalu lalangnya kendaraan berat yang melintas menimbulkan polusi udara, tebaran debu proyek sangat berpengaruh pada tanaman petani. Terlebih pada kesehatan warga,  banyak masyarakat setempat yang terjangkit penyakit sesak nafas utamanya anak-anak.

Sementara Sukadi petani setempat mengaku, dalam beberapa kali tanam tadak ada hasil akibat tanamannya rusak kena debu. "Sudah 3 kali musim tanam selalu gagal panin", ujar Sukardi.

Pasca demo yang dilakukan warga, akhirnya pihak waskita karya melakukan pendekatan pada warga dan melakukan pertemuan di rumah makan. PT WK diwakili Ainul yang mengaku humas PT. Dia berjanji dalam satu minggu setelah pertemuan tersebut, pihaknya akan mensurvey apa yang menjadi keluhan warga, dan selanjutknya akan mengambil langkah kebijakan.

Sampai berita ini diturunkan janji Ainun tidak pernah terealisasi, sehingga ada kesan PT WK ingkar janji. "Kalau tidak serius seperti ini, maka kami berencana akan turun lagi dengan massa yang lebih banyak dari sebelumnya", tegas salah satu warga desa Pohsangit Leres. (Sf/Rul)
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Nasional