![]() |
JATIM, Wartakum.com - Gubenur Jatim Dr. H. Soekarwo mendukung program Inovasi untuk Anak
Indonesia (INOVASI) yang dilaksanakan di Jatim. Program ini penting dilakukan
untuk membangun etika dan moralitas anak bangsa, serta membangun sistem
pendidikan yang lebih baik.
“Program ini sangat bagus
karena membuat anak senang saat belajar di sekolah dengan berbagai inovasi
literasi maupun numerasi yang dibuat,” ujar Pakde Karwo sapaan lekat Gubernur
Jatim saat membuka Temu Inovasi Pendidikan Dasar Provinsi Jawa Timur di ruang
Hayam Wuruk, Kantor Gubernur Jatim, Surabaya, Kamis(26/04/2016).
Menurutnya, program INOVASI
dapat menjadi salah satu strategi dalam menghadapi tantangan bonus demografi
yang akan dihadapi Jatim pada tahun 2019. Melalui praktek-praktek inovatif
siswa pendidikan dasar diajak untuk berperan penting dan unggul dalam pergaulan
global. “Menghadapi tantangan demografi maka sistem pendidikan harus dibenahi
mulai dari PAUD, TK, SD hingga universitas, salah satunya lewat program ini,”
urai Pakde Karwo.
Baca : Tujuh Kali Berturut-turut, Jatim Peringkat Pertama Kinerja Tertinggi Penyelenggara Pemerintah Daerah
Baca : Tujuh Kali Berturut-turut, Jatim Peringkat Pertama Kinerja Tertinggi Penyelenggara Pemerintah Daerah
Ditambahkan, program INOVASI
telah memberikan inspirasi pada beberapa sekolah di Jatim sehingga sistem
pembelajarannya menarik dan interaktif. Dicontohkan di SDN Sumbergondo 2 Kota
Batu selalu meminta siswanya untuk mendiskripsikan apa yang telah mereka tulis.
“Tadi ada juga sekolah yang setiap mau memulai pelajaran mengajak berdoa dulu,
jadi ini sangat komprehensif. Bukan saja pendidikan, etika dan moral tapi
juga spiritual,” terangnya.
Pakde Karwo berharap,
kerjasama program INOVASI di Jatim ini lokasinya bisa terus ditambah tidak
hanya di empat area. Karenanya, pihaknya akan meminta Dispendik Prov. Jatim dan
tim untuk merekomendasikan sejumlah kab/kota sebagai mitra INOVASI.
“Kabupaten/kota yang terpilih nantinya paling tidak memiliki kebijakan yang
berpihak pada mutu pembelajaran siswa serta peduli pada anak berkebutuhan
khusus,” tukasnya.
Terapkan Sistem Pemerintahan
Konkuren Dalam Strategi Pendidikan
Dalam strategi pembangunan
pendidikan, lanjut Pakde Karwo, dilakukan dengan pembagian sistem pemerintahan
secara konkuren. Pembagian ini terbagi di lingkup pemerintah pusat, provinsi,
dan kab/kota khususnya pada pelayanan dasar pendidikan. “Urusan pemerintahan
secara konkuren ini bermaksud membagi tugas dan kewenangan sesuai ruang
lingkupnya,” tukasnya.
Pakde Karwo menjelaskan, di
sisi manajemen pendidikan pemprov berwenang mengelola pendidikan menengah dan
pendidikan khusus, sedangkan pemkab/kota berwenang mengelolah pendidikan dasar
dan PAUD. Di sisi kurikulum baik pemprov maupun pemkab/kota berwenang menetapkan
kurikulum muatan lokal pendidikan menengah dan khusus. “Selain pendidikan,
masalah kesehatan dan pengetahuan parenting juga harus dibangun secara holistik
dan integral,” tegasnya.
Selain itu, di bidang
pendidikan Pemprov Jatim telah melakukan moratorium jumlah SMU dan SMK. Bahkan,
saat ini telah diterapkan program dual track strategy untuk meningkatkan
kualitas SDM yang berdaya saing. Langkah/track yang pertama yakni memperbaiki
kualitas pendidikan formal, seperti menambahkan kurikulum di SMA, dengan menyisipkan
pendidikan vokasional. Track kedua, yakni melalui penerapan pendidikan
vokasional ke sektor informal, seperti pembenahan BLK, sekaligus memperkuat SMK
Mini bekerja sama dengan Jerman, dan Bosda Madin.
Sementara itu, Konsul Jenderal
Australia di Surabaya, Chris Barnes mengatakan, Indonesia dan Australia telah
bekerjasama selama bertahun-tahun dalam memperkuat sistem pendidikan di
Indonesia. Kerjasama ini bertujuan untuk membangun pendidikan yang berkualitas
tinggi bagi Indonesia, dan berkontribusi langsung terhadap pembangunan SDM dan
angkatan kerja yang produktif. “Melalui program INOVASI, kami berharap dapat
mendukung Pemprov Jatim dalam meningkatkan hasil pembelajaran siswa khususnya
di jenjang pendidikan dasar,” ujarnya.
Turut hadir Kepala Pusat
Penilaian Pendidikan Puspendik Balitbang Kemendikbud Moch. Abduh, Ph.D, INOVASI
program director pemerintah Australia Mark Heyward, Wakil Bupati Sumenep, dan
guru-guru berinovasi dari kab/kota se Jatim. (Humasprovjatim:dwi)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar