![]() |
| Arifatul Ika Lestarari |
Lumajang, Wartakum.com - Kondisi
miris yang selama ini mendera keluarga Minto, Warga RT 06/RW 02 Desa
Yosowilangun Lor Kecamatan Yosowilangun Kabupaten Lumajang, hingga saat ini
sangat memprihatinkan. Pasalnya keluarga yang tercatat sebagai keluarga pra
sejahtera ini, harus menanggung beban mengurus
salah satu anaknya yang bernama Arifatul Ika Lestari yang menderita gangguan
pembicaraan dan kelumpuhan Selama 12 tahun berjalan.
Pantauan
tim investigasi WartaKum terhadap keluarga yang tergolong miskin ini
menunjukkan masih kurangnya perhatian pemerintah utamanya pemerintah dimana
keluarga ini berdomisili. Minto yang hanya sebagai pekerja serabutan dan sang istri
Khusnul Khotimah fokus mengurus rumah tangga ini mempunyai 4 orang anak dan
Arifatul Ika Lestari merupakan anak ke 4 dari pasangan tersebut.
“Kami kurang mampu dan selama ini berupaya
mencari jalan akan kesembuhan Sinta (sapaan Arifatul Ika Lestari), Namun
keterbatasan yang kami alami, sehingga kami tidak sepenuhnya bisa memperhatikan
dia. Beruntung saja kami hanya mampu makan setiap harinya.”Ujar Minto saat
ditemui dirumahnya.
Terkait tempat tinggal yang saat ini didiami
oleh keluarga tersebur, menurut Minto, tanahnya milik salah satu warga yang iba
melihat kondisinya, sehingga keluarga ini diberi ijin untuk menempati sebidang
tanah guna didirikan rumah. “Tanah dari rumah ini masih numpang milik
warga.”ungkap Minto datar.
Ironisnya hingga saat ini, pihak Pemerintah
baik dari Desa, Kecamatan sampai Pemkab Lumajang melalui Dinas Sosial (Dinsos)
belum pernah secara khusus mendatangi keluarga tersebut guna memberi perhatian
berupa bantuan. “selama ini belum pernah didatangi pemerintah.”Ujar Minto
dengan lugunya.
Menurut sumber yang digali dari warga sekitar
kediamana keluarga miskin ini, sebenarnya telah banyak pihak yang mengatakan
akan membantu mengurus keperluan keluarga ini yang arahnya akan mendapatkan
bantuan. “Sudah sering mas, keluarga ini diberi harapan akan diberi bantuan,
mulai dari RT, RT hingga perangkat desa dan oknum salah satu lembaga swadaya
masyarakat, namun semua hanya omong saja tanpa ada realisasinya. Untuk itu
dengan tulisan ini, kami berharap pihak pemerintah kabupaten akan respon terhadap
penderitaan warga ini dan memberi bantuan yang dibutuhkan.”Ujar salah satu
tetangga yang minta namanya tidak dipublikasikan.
“Kenyataan masih adanya keluarga miskin yang
minim perhatian dari pihak terkait menyangkut kesejahteraanya, ini merupakan
pekerjaan rumah dari pemerintah untuk segera memperhatikan secara serius.”kata
Syaiful Yasin SH, seorang pemerhati kinerja pemerintahan di Kabupaten Lumajang
seperti disampaikan pada wartawan media ini.
(Rul/Sf)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar