Kamis, 08 Februari 2018

Demo Sopir Angkot Menolak Keberadaan Ojek Online

Probolinggo, Wartakum.com - Ratusan sopir angkutan kota (Angkot) di Kota Probolinggo yang tergabung dalam Persatuan Aliansi Sopir Angkot Kota Probolinggo (PASAP) menggelar aksi unjuk rasa, Rabu (8/2/2018) di depan kantor walikota.

Mereka menolak kehadiran transportasi online. Selain itu, mereka menilai Pemerintah Kota Probolinggo tidak tegas dalam menangani ojek online karena keberadaan mereka jelas sangat merugikan sopir angkot.

"Bubarkan Gojek," teriak salah satu pengunjuk rasa sambil membawa spanduk yang bertuliskan bubarkan ojek online.

Salah seorang pengunjuk rasa, Saman (55), mengungkapkan, sejak ada Gojek penghasilannya sebagai supir angkot menurun drastis. "Biasanya sehari bisa Rp 300 ribu, sekarang setengahnya saja tidak ada," kata Saman.

Karena itu, dia dan rekan-rekannya sesama supir angkot meminta pemerintah Kota Probolinggo untuk menghentikan operasional Gojek.

"Ibu Wali Kota Rukmini tolong kami," kata dia. Salah seorang sopir angkot yang ikut dalam aksi tersebut juga mengungkapkan hal senada.

Penghasilan dalam satu hari yang biasanya mencapai Rp 200ribu, menurun menjadi Rp 100ribu per hari itupun belum dipotong uang bensin.

"Gojek kalau mau beroperasi jangan di sini, kita jadi sepi penumpang," ungkap Sugeng, seorang sopir angkot.

Kepala Dinas Perhubungan sumadi dihadapan pengunjuk rasa meminta agar para sopir angkot dapat bersabar. Peraturan Walikota Probolinggo Nomor 116 tahun 2017 tentang Penghentian Sementara Pelayanan Angkutan Orang dengan Sepeda Motor yang Menggunakan Aplikasi Berbasis Teknologi Informasi yang selama ini belum mengatur hal teknis baru saja selesai dibuat.

"Kita akan koordinasi dengan Pol PP untuk pelaksanaan teknisnya," ungkap sumadi.

Untuk itu, Sumadi berharap agar sopir angkot mengerti tentang proses yang sedang dilaksanakan Pemkot Probolinggo, tentang transportasi online.

"Ini adalah negara hukum. Jadi mohon dipatuhi," tandasnya.

Sementara itu, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal yang turun mengawasi aksi unjuk rasa memberikan arahan agar demo berjalan damai tanpa tindakan anarkhis.

"Silahkan aksi demo dilanjutkan sesuai dengan peraturan yang berlaku dan tidak merugikan orang lain", ucapnya.

Aksi ini mendapat pengawalan dari personil Kepolisian Polres Probolinggo Kkota,Dishub, Satpol PP dan TNI. (tim probo)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Nasional