Selasa, 05 Desember 2017
Pelaku Gendam di Perumahan Mewah, Dibekuk Tim Anti Bandit
Surabaya, wartakum.com - Tim Antibandit Polrestabes Surabaya berhasil membekuk pelaku gendam atau hipnotis yang beraksi di Perum Galaxy Bumi Permai B5 pada Senin (6/11/2017) silam
Selain mengamankan pelaku, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa barang-barang berharga senilai Rp 4 miliar.
Pelaku gendam itu adalah Sandi Ardiansyah, asal Jalan Peuteuy Condong, Kecamatan Cibeber, Cianjur, Jawa Barat. Lelaki berusia 29 tahun.
"Tersangka SA, berhasil diamankan Tim Antibandit saat kabur atau bersembunyi dirumahnya," ujar Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan kepada wartawan, Selasa (5/12/2017).
Rudi menjelaskan, tersangka Sandi selalu beroperasi dengan berpindah-pindah kota. Di Surabaya, dia menyewa rumah, lalu menyewa mobil untuk sarana operasionalnya. Sasarannya adalah rumah-rumah mewah.
Saat beraksi di Perumahan Galaxy Bumi Permai, Sandi menyasar dua orang pembantu yang terlihat baru pulang dari pasar. Awalnya pura-pura tanya alamat. Lalu kedua pembantu ini diajak masuk ke dalam mobil yang telah disewa tersangka.
"Setelah tanya-tanya alamat, SA mengaku bisa menyembuhkan penyakit dan menyelesaikan berbagai masalah. Mungkin dua pembantu ini kebetulan sedang punya masalah, sehingga mau saja ketika diajak masuk ke dalam mobil," lanjutnya.
Di dalam mobil itulah kedua pembantu tersebut dihipnotis. Kemudian dua pembantu ini diminta masuk ke rumah majikannya untuk menguras barang-barang berharga dengan merusak lemari yang terkunci.
"Jadi tersangka SA sama sekali tidak masuk ke rumah korbannya, yang mengambil barang-barang berharga adalah dua orang pembantu yang telah dihipnotisnya. Lalu barang-barang berharga yang didapat oleh kedua pembantu ini diantar ke tersangka yang menunggu di dekat pos satpam," jelas Rudi.
Akibat praktek gendam tersebut, Putra Lingga Tan, selaku pemilik rumah di Perumahan Galaxy Bumi Permi menderita kerugian senilai Rp 4 miliar.
Hasil penyidikan polisi, SA mengaku telah menjalankan pencurian dengan modus gendam atau hipnotis sejak tahun 2009. Setiap beraksi, SA selalu ditemani oleh seorang lainnya yang selalu berbeda-beda, yang berperan sebagai sopir. (Han/Son)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Nasional
-
Pose terduga pelaku pidana penipuan bersama teman-temannya berseragam PNS SURABAYA, wartakum.com -Tugianto and partners, kantor pengaca...
-
Belitung, wartakum.com - Peran dan fungsi Pemerintah, salah satunya adalah menjamin kesehatan dan masa depan masyarakat. Namun, sepert...
-
Surabaya, wartakum.com - Diduga sudah melanggar aturan perda salah satu cafe dan karaoke diwilayah surabaya, menyediakan penari striptis. ...
-
Probolinggo, Wartakum.com - Polemik seputar pungutan PTSL Pendaftaran tanah sistematik lengkap (PTSL) atau yang biasa disebut Prona (Progr...
-
Pangkalpinang, wartakum.com - Geliat pesta demokrasi dalam tajuk Pilkada Serentak 2018, makin seru untuk diikuti. Seperti di Kota Pangka...
-
Sampang, wartakum.com - Ada pepatah guru kencing berdiri, murid akan kencing berlari. Pribahasa ini harusnya jadi acuhan oleh para guru y...
-
Probolinggo, Wartakum.com - Gelaran operasi Zebra adalah program yang berkesinambungan Kepolisian RI sebagai bagian dari upaya menertibkan...
-
Gadjah Putih Mega Paksi Pusaka berbunyi Elmu Luhung Teu Adigung, Sakti Diri Teu Kumaki, Yakin Usik Kersaning Illahi, Wartakum.com,...
-
SURABAYA - wartakum.com , Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tanjung Perak, Siska Crhristiana dan jaksa Irene Ulfa, menuntut dua terdakwa ka...
-
Pamekasan, Wartakum.com - Mobil Toyota Fortuner baru bernopol M 45 NICO berwarna Putih, bebas berkeliaran di jalanan wilayah Kabupaten Pa...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar