Rabu, 29 November 2017

KPAI Mengutuk Keras Praktek Dukun Cabul Predator Anak


Bangka Belitung, wartakum.com - Maraknya praktek perdukunan yang sesungguhnya hanya digunakan sebagai topeng, untuk memangsa anak dibawah umur.

Menuai protes keras dari pihak Komisi Perlindungan Anak Indonesia melalui Komisioner KPAI Pusat, Retno Listyawati, melalui rilis resmi yang diterima awak media.

Tanggapan Komisioner KPAI ini adalah untuk menyikapi adanya informasi yang dikutip dari tribunnews.com, bahwa di daerah Desa Nadung, Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, timbul kejadian mengerikan, dimana ada anak dibawah umur sebut saja Mawar (15th) yang telah menjadi korban kebejatan Thoyib 69 tahun). Yang dalam sehari-harinya menyatakan sebagai dukun atau orang pintar.

Selanjutnya, modus dari kelakuan bejat lelaki -sangat uzur- ini seperti lazimnya modus penjahat kelamin lainnya, yakni dengan berpura-pura dapat mengusir roh jahat yang bersemayam di tubuh Mawar tadi. Hingga akhirnya Mawar mendapatkan perlakuan tidak senonoh.

Dalam tanggapannya, Retno mengatakan, KPAI menyayangkan pola berpikir masyarakat yang masih mempercayai mitos soal dukun yang sampai saat ini, dipercaya dapat mengusir makhluk halus. 

"Sehingga orang tua korban percaya l dengan pelaku, yang meminta 2 anak korban menginap di rumah pelaku,  padahal ini sangat berpotensi membahayakan keselamatan anak-anak," katanya, Kamis (30/11).

Baca juga: Terkait Pasien Kurang Mampu, Sahani Saleh: Pasti Kita Bantu

Ditambahkan oleh Retno, perlu adanya kampanye penyadaran kepada masyarakat, terutama dari aparat desa untuk tidak mempercayai mitos atau takhyul seperti itu. Dan pihak orangtua juga perlu diberi kesadaran, bahwa meninggalkan anak-anak di rumah orang asing tanpa didampingi oleh orangtuanya. Dalam hal ini, ortu itu sendiri, bisa dianggap lalai.

"KPAI mendorong aparat kepolisian untuk menegakkan hukum,  dan yg diduga pelaku harus dihukum maksimal sesuai ketentuan dalam UU PERLINDUNGAN ANAK," tutup Retno. (elhakim)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Nasional