Surabaya, Wartakum.com - DPRD Provinsi Jatim memberikab
persetujuan Rancangan Peraturan Daerah/Raperda tentang Anggaran Pendapatan
Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jatim Tahun Anggaran 2018. Dari pandangan
kesembilan fraksi-fraksi yang hadir pada rapat paripurna, semuanya
menerima dan menyetujui raperda ini.
Persetujuan
tsb ditindaklanjuti dengan penandatanganan keputusan persetujuan bersama
terhadap raperda tentang APBD Prov. Jatim TA. 2018 saat pelaksanaan sidang
paripurna di Gedung DPRD Prov. Jatim, Jl. Indrapura Surabaya, Jum’at (10/11/2017).
Dalam
sambutannya, Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo mengatakan, konstruksi fiskal APBD
Jatim TA 2018 akan efektif dan efisien dalam menstimulasi serta memobilisasi
sumberdaya yang ada untuk mewujudkan target kinerja yang telah ditetapkan dalam
RKPD TA 2018, sebagai penjabaran dari RPJMD TA 2014-2019.
Anggaran
stimulasi, lanjutnya, berarti anggaran harus bisa menstimulasi dan
memobilisasi semua potensi yang ada. Dicontohkan, tahun 2016 lalu PDRB
Jatim 1.855 triliun rupiah, sedangkan APBN dan APBD provinsi dan kab/kota
sebanyak 146 triliun rupiah. “Artinya government spending hanya 7,88 persen,
jadi APBD fungsinya harus bisa menstimulasi,” kata Pakde Karwo, sapaan
lekatnya.
Menurut
Pakde Karwo, terbatasnya potensi penerimaan daerah agar dimanfaatkan secara
maksimal untuk mencukupi kebutuhan belanja daerah serta pengeluaran pembiayaan
daerah. Hal ini dilakukan agar program dan kinerja OPD serta SKPD dapat
berjalan sesuai fungsi melalui kebijakan baik alokatif, distributif maupun
stabilisasi dalam pencapaian Indikator Kinerja Utama/IKU dalam RPJMD tahun
2014-2019 dan RKPD Tahun 2018.
Keterbatasan
ini, lanjutnya, memberikan konsekuensi perlunya dilakukan efisiensi pembiayaan
melalui strategi fiscal engineering yang dilaksanakan melalui pembentukan BLUD
serta strategi creative financing melalui upaya mendorong RSUD maupun BUMD
untuk memanfaatkan sumber daya dari lembaga perbankan maupun non perbankan
dengan pola pinjaman/loan agreement. “Masukan dari fraksi-fraksi tadi agar
jangan sampai BLUD jadi perseroan terbatas,” terangnya.
Harapan Bagi Vokasional
Dalam
kesempatan ini, Pakde Karwo mengatakan bahwa APBD 2018 ini merupakan harapan
bagi pendidikan vokasional Jatim. Dimana ia terus mendorong agar Madrasah
Aliyah dan SMA terutama di Madura harus ada pendidikan vokasional. “Kami sudah
MoU dengan seluruh rektor PTN agar fakultas teknik menampung SMK-SMK,” katanya.
Pendidikan
vokasional ini, lanjutnya, sangat penting untuk menghadapi bonus demografi di
Jatim tahun 2019 mendatang. Dimana jumlah usia produktif yakni 15-64
tahun sebanyak 69,74 persen.
Selain itu,
pendidikan ini untuk menyiapkan lulusan SMK yang terakreditasi, sehingga
mengurangi jumlah pengangguran. “Setiap tahun ada 326 ribu tenaga kerja baru,
sehingga kita harus berkerja keras termasuk menyiapkan lulusan yang link and
match dengan industri yang membutuhkan,” pungkasnya. (humasprovjatim/dewi/sen)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar