![]() |
| Aktivis mahasiswa baku dorong dengan petugas |
Sumenep, Wartakum.com – Program Wirausaha muda Kabupaten sumenep dianggap
tidak jelas, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa
Muhammadiyah (IMM) Sumenep berunjuk rasa ke kantor Bupati setempat, Senin
(30/10/2017).
Mereka meminta agar ada
pembenahan managemen incubator pencetak wirausaha muda. Ia menengarai ada
ketidakberesan dalam pengelolaan anggaran untuk program wirausaha muda.
"Program Wirausaha muda
itu tidak jelas. Padahal dana yang digelontorkan tidak kecil. Mencapai Rp 15
miliar. Tetapi tidak ada hasil nyata yang bermanfaat," kata Korlap aksi,
Misbahul Imam.
Menurut Misbahul, bahwa program
wirausaha muda terkesan hanya menjadi lahan bisnis dan merampok uang rakyat. “Kami
meminta Bupati dan Wakil Bupati untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan
program itu," ujarnya
Para mahasiswa membentangkan
poster-poster bertuliskan kritikan pada pemerintah. Di antaranya, 'Wirausaha
muda gagal total', Wirausaha muda hanya menjadi lahan bisnis untuk merampok
uang rakyat', 'Apa kabar APBD 2016'.
Sebagian pengunjuk rasa juga
berdandan ala pasien dengan badan dibungkus perban dan penuh luka berdarah.
"Dandanan ini sebagai
simbol kalau kami, masyarakat Sumenep ini sakit hati dan terluka karena banyak
program dan janji-janji bupati dan wakil bupati yang belum terwujud,"
ujarnya.
Mahasiswa IMM juga menuntut
ada transparansi APBD, terutama pasca temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)
terhadap laporan penggunaan APBD 2016.
"Kami ingin ada
transparansi publik terkait pengembalian dana dari beberapa dinas seperti
temuan BPK. Kami meminta bukti, baik bukti transfer maupun pengembalian dana
itu," tandasnya.
Para pengunjuk rasa ditemui
Asisten Bagian Perekonomian dan Pembangunan Setkab Sumenep, Herry Kuntjoro
Pribadi dan Kepala Bappeda Sumenep, Yayak Nurwahyudi.
"Program wirausaha muda
itu intinya pemerintah daerah ingin menciptakan 5000 wirausahawan baru. Tapi
memang ada tahapannya. Tiap tahun direncanakan 1000 orang. Dan itu memang ada
tahapan-tahapannya. Tidak sekaligus," terang Herry.
Sedangkan terkait pemeriksaan
BPK, menurut Hery, Pemkab siap untuk memenuhi saran dari BPK.
"Temuan itu memang ada yg
berupa administrasi, ada juga pengembalian uang. Kami akan melakukan sesuai
saran BPK," ujarnya. (ros/sen)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar