Selasa, 17 Oktober 2017

Infrastruktur Tak Memadai, Siswa SDN Tadan I Terpaksa Belajar di Perpustakaan


Siswa SDN Tapus I Terpaksa belajar di ruang Perpustakaan

Sampang, Wartakum.com - Pendidikan adalah hak setiap warga negara, terlebih bagi anak-anak Negeri sebagai generasi penerus bangsa. Lantas bagaimana bila tempat belajar atau sekolah tidak representatif, seperti yang terjadi di SDN Tadan I kecamatan Camplong, kabupaten Sampang, dimana sekolah kekurangan ruang kelas untuk belajar siswa.

Siswa SDN tersebut harus belajar menggunakan ruang perpustakaan sekolah dengan lesehan. Sungguh sangat memprihatinkan dimana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2017 mencapai Rp1.750,3 triliun. 

Belanja negara juga ditujukan demi pengurangan tingkat kemiskinan dan kesenjangan sosial. Salah satunya adalah melalui pemenuhan belanja yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan (mandatory spending), seperti anggaran pendidikan yang dalam APBN 2017 tetap dijaga sebesar 20%, dengan fokus untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan pendidikan.

Amanat perundang-undangan juga diarahkan pada pemanfaatan anggaran yang bersifat produktif dan prioritas, diantaranya seperti pembangunan infrastruktur, kenyataannya masih saja ada sekolah yang kekurangan kelas. Siapa yang harus bertanggung jawab?

Munawi, Kepala Sekolah SDN Taddan I menyatakan prihatinnya atas kondisi sekolahnya tersebut. “Sesungguhnya saya prihatin dengan kondisi ini, terpaksa rungan perpustakaan yang seharusnya dibuat siswa untuk membaca, kami buat ruang kelas. Karena ruangan kelas di sekolah ini kurang satu kelas", tuturnya saat dikonfirmasi di kantor sekolah, Rabu (18/10/2017).

Dia menambahkan kalau pihaknya sudah pernah mengajukan tapi sampai saat ini belum ada tanggapan dari Dinas Pendidikan Sampang.

Sementara sampai berita ini diturunkan pihak Dinas Pendidikan belum bisa di konfirmasi dikarenakan banyaknya agenda rapat dinas, seperti yang dituturkan salah satu staf dinas pada Kanaltv.net. (ros/sen) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Nasional