![]() |
Probolinggo, wartakum.com - Bulog Sub Divre Probolinggo menggelar rapat
koordinasi (Rakor) dengan beberapa stakeholder di Aula Bulog Subdivre
Probolinggo. Hadir dalam rakor itu Perwakilan dari Kementerian Pertanian yang diwakili
oleh Direktur Serealia
Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Trimartini Patria, Kasdim 0820/Probolinggo
Mayor Inf Teguh HW, Kepala Bidang Pelaksana Penyuluhan BKP4 Kabupaten
Probolinggo Yahyadi dan sejumlah mitra Bulog.
Dalam sambutannya, Serealia menyampaikan, acara tersebut bertujuan untuk menyampaikan maksud dari kementerian Pertanian, sekaligus memberikan arahan tentang program penyerapan gabah dari petani yang mendapatkan program bantuan dari pemerintah lewat APBN maupun APBD.
Dia
mengambil contoh diwilayah Bondowoso yang memiliki lahan pertanian sebanyak 150
Ha,
25%-nya merupakan lahan
petani yang mendapatkan bantuan dengan nilai produksi sebanyak 15 ton. Untuk
itu, Trimartini meminta kepada Bulog dan Mitra untuk dapat menyerap gabah
dengan harga yang sudah ditentukan. Dalam hal ini pemerintah hanya menginginkan
10% dari hasil giling gabah dijual kepada Bulog dengan harga Rp. 6.000/kg.
“Ini
merupakan langkah yang diambil pemerintah untuk menstabilkan dan pemenuhan
stock beras sebelum menghadapi panen raya,”ucap Trimartini.
Sementara
itu, Wakil Kepala Bulog Sub Divre Probolinggo Agung Rahmad mengaku, pihaknya
akan melakukan langkah dengan menyerap berapapun gabah/beras yang dimiliki
petani. Selain itu, Operasi Pasar yang beberapa waktu diluncurkan bertujuan
untuk menstabilkan harga beras di tingkat distributor dan konssumen.
Agung
menambahkan untuk tahun 2018 Bulog Sub Divre Probolinggo menargetkan sebanyak
7.000 ton beras untuk program beras untuk keluarga sejahtera (Rastra) yang
mengalami penurunan dari tahun tahun sebelumnya. “tahun ini target untuk program rastra
mengalami penurunan, yakni dari 40.000 ton menjadi 7.000 ton,” ujar Agung. (rul/tim)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar