![]() |
|
Armada truk pengangkut beras dalam operasi pasar
|
Probolinggo, wartakum.com - Bulog Sub
Divre Probolinggo meluncurkan operasi pasar beras medium. Operasi ini merupakan
bagian dari program nasional pemerintah yang melakukan hal yang serupa secara
serentak hari ini, selasa (9/1).
Bulog bekerja sama dengan Kementerian
Perdagangan dan Satgas Pangan untuk mengawasi program yang bertujuan untuk
menstabilkan harga beras terutama beras kualitas medium yang sekarang Harga Eceran
Tertinggi (HET) sebesar Rp. 9.450/kilogram.
Tommy Despalingga, Kepala Sub Divre
Probolinggo dalam sambutannya menyampaikan operasi pasar ini untuk memberi kemudahan
bagi masyarakat untuk dapat membeli beras kualitas medium.
Ia melanjutkan, operasi
pasar ini sebagai sinyal pemerintah kepada masyarakat bahwa stock beras masih
aman, dan untuk wilayah Sub Divre Probolinggo stock
beras yang tersedia sekarang sebanyak 15.000 ton yang akan menyuplai kebutuhan
masyarakat hingga 6 bulan kedepan.
Selain itu, Tommy juga menyampaikan program
operasi pasar ini akan dilaksanakan hingga 31 Maret 2018,
dan akan menggelontorkan 200 ton beras per hari
melalui mitra penyalur Bulog yang akan menyuplai kebutuhan pasar.
“Fokus
operasi pasar ini adalah menjaga harga jual beras medium. Disamping itu, kita
akan menyuplai beras medium dibawah HET yaitu Rp. 9.350/kilogram bahkan kalau
bisa dibawah harga tersebut,” ujar Tommy.
Disamping itu, Tommy meminta kepada semua
pihak agar terus mengawal operasi pasar ini. Jangan sampai ada pihak
yang tidak tanggung jawab bermain dalam program ini sehingga merugikan
masyarakat.
“Jika nanti ditemukan kejanggalan atau ada
permainan mohon untuk segera melapor kepada Satgas Pangan dan akan segera
ditindak secara hukum,” pintanya.
Sementara itu, Pemerintah Kota Probolinggo
yang diwakili Kepada Dinas Koperindag Gatot Wahyudi, mengapresiasi langkah yang
dilakukan Bulog Sub Divre Probolinggo. Menurutnya, langkah ini sangat baik
untuk menahan laju inflasi harga beras sebagai kebutuhan pokok masyarakat.
Untuk itu, pihaknya akan bersinergi untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi
terutama ketersediaan beras di pasar.
“Semoga program ini membawa dampak yang
positif dan diterima oleh semua pihak terutama pihak distributor dan
masyarakat,” harap Gatot. (yd)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar