![]() |
| ADM KPH Tuban, Agus Santoso |
Pasalnya, lahan Perhutani masih bisa ditanami komoditi hutan dan sisa lahannya bermanfaat bagi warga sekitar hutan. Melalui peran LMDH, warga diajak dan di data agar menjadi petani hutan yang baik. Selain hutan agar tidak gundul, juga sebagai penopang air dan pencegahan bencana tanah longsor.
Sistim tanam ini sudah dilakukannya sejak maraknya penebangan kayu hutan oleh oknum. Selain mencuri kayunya, masyarakat juga berniat menjadikan lahan itu menjadi area perkebunan. Akan hal ini, sisi manfaat hutan menjadi hilang dan hanya sisi pertanian yang diuntungkan.
Sesuai mekanisme, ini bagian dari kerusakan alam yang menjadikan ketimpangan. Hutan yang seyogyanya menjadi lumbung air dan filter angin serta pencegah longsor menjadi nihil. Sehingga, cara tumpangsari dipilih agar menjadi solusi.
Problem kelebihan penduduk menjadi alasan klasik akan merusaknya hutan. Tumpang sari menjadi program terbaik yang telah disepakati. Kini tinggal Masalah sosial yg menjadi alasan. Yakni, masih banyaknya permintaan lahan untuk dijadikan kawasan pertanian.
"Penggarap yg merusak, sehingga pengelolaan hutan bersama menjadi jalan tengah. Bagi hasil ini persentasinya 25 persen setelah nilai jual untuk hutan. Sesuai data ada 28 ribu Ha lahan hutan di Kabupaten Tuban. Dan yang penting ada 16 ribu ha, " katanya ADM KPH Tuban, Agus Santoso saat di lokasi penanaman, Rabu (13/12).
Selain itu, KPH Tuban juga melaksanakan gerakan serentak menanam 11.5 juta bibit di tahun 2017 di wilayah Divre Jawa Timur. Pelaksanaan Program penanaman ini dilakukan serentak diseluruh wilayah Perum sekaligus kegiatan tutup tanam tahun 2017. Program ini dikandung makna gerakan moral untuk kepedulian segenap Jajaran terhadap pentingnya keberhasilan tanaman. Kegiatan penanaman bersama KPH Tuban dilaksanakan di Petak 3 dengan Luas 7,5 Ha, masuk RPH Ngimbang, BKPH Sundulan KPH Tuban.
KPH Tuabn sampai akhir Desembr 2017 telah menanam pohon sebanyak 391.365 ribu bibit yang seluruhnya berasal dari persemaian permanen KPH Tuban, dengan rincian 247.241 ribu bibit Jati JPP, 144. 124 ribu bibit rimba total 391.365 bibit dan KPH Tuban dalam program tanam serentak ini mendapatkan jatah tanah 415.638 ribu bibit.
Kegiatan tersebut dihadiri lebih dari 250 orang, terdiri Keluarga Besar Perhutani Tuban, KPHW Bojonegoro, Kepala Dinas Pertanian Tuban,Polres Tuban, Kodim 0811/Tuban, BNI Tuban, PT Semen Indonesia, Forkopimcam Palang, LMDH,PWI Tuban, RPS Tuban, Universitas Terbuka (UT) cabang Tuban, Kepala Desa Ngimbang, Kepala Desa Gesing, Komunitas Jeep Tuban, Komunitas Trail Tuban, Saka wana Bhakti. (Afi)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar